03 May 2020, 04:25 WIB

Henny Zidny Robby Rodhiya: Merawat Garda Terdepan


Bus/M-1 | Weekend

PENTINGNYA keberadaan petugas medis sebagai garda terdepan pandemi covid-19 juga disadari benar oleh Henny Zidny Robby Rodhiya. Sebab itu, ia dan rekan-rekan mahasiswa lainnya membuat gerakan peduli tenaga medis yang bernama Gerakan Nutrisi Garda Terdepan (NGT).

Sesuai namanya, gerakan itu berusaha membantu kebutuhan nutrisi para dokter, suster, dan tenaga kesehatan lainnya. Henny menjelaskan singkatan nama gerakan itu juga merupakan representasi alat medis terkait asupan gizi. Nasogastrik tube (NGT) merupakan selang bantuan makan untuk pasien. Dengan begitu, gerakan NGT diharapkan berperan penting sebagaimana alat tersebut.

Henny yang merupakan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengungkapkan bahwa pengadaan bantuan dilakukan lewat penggalangan dana melalui platform digital Benihbaik.com dan Kitabisa.com. Gaung gerakan NGT pun tidak sepele. Hingga 26 April 2020, donasi yang terkumpul lewat Kitabisa.com mencapai lebih dari Rp1,8 miliar.

“Awalnya gerakan ini hanya kami upayakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi (tenaga medis) selama dua minggu ke depan, dengan total dana yang kami butuhkan Rp630 juta saat itu. Tapi melihat angka penderita covid-19 yang sangat eksponensial waktu itu, maka kami memutuskan untuk melanjutkan gerakan ini dan menjadikannya sebagai sebuah gerakan yang sustainablity-nya tetap berlanjut,” tutur Henny.

NGT melalui Kitabisa.com menargetkan pengumpulan dana hingga Rp3,8 miliar hingga 6 Juni 2020. Meski target belum tercapai, penyaluran bantuan sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu ke berbagai fasilitas kesehatan di Nusantara.

Melalui akun Instagram @nutrisigardaterdepan, pada 29 April 2020 dikabarkan telah disalurkan paket bantuan ke 16 RS yang tersebar di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Depok, dan Serang. Bantuan itu untuk mencakup 1355 tenaga kesehatan.  

“Jadi dana yang terkumpul itu kami belikan makanan matang yang sehat, yang bergizi, dan berimbang, yang sebelumnya akan kami kurasi terlebih dulu makanannya karena tidak sembarang makanan bisa kami berikan. Kemudian kami juga memberikan susu dan multivitamin lainnya secara berkala kepada rekan-rekan tenaga medis,” pungkas perempuan yang saat duduk di SMA pernah memenangi L’Oreal Girls Science Camp 2013 bersama dua temannya itu. (Bus/M-1)

 

BERITA TERKAIT