03 May 2020, 04:05 WIB

Pandhu Adjisurya: Gotong Royong untuk APD


Bus/M-1 | Weekend

BERAWAL dari curhatan seorang dokter yang disambut seorang sutradara, begitulah kelahiran gerakan Help To Help. Sang dokter ialah Gabriella Florencia yang mengungkap kondisi tenaga medis di Bali yang harus menjadi garda depan dengan APD yang minim. Curhatan di akun Instagram itu menggugah sang sahabat yang berprofesi sebagai sutradara, Pandhu Adjisurya.

Pandhu yang antara lain menyutradarai Tersanjung the Movie (2020) besama dengan Hanung Bramantyo makin tergerak setelah menyaksikan sendiri bagaimana kondisi tenaga medis di Yogyakarta. Kala covid-19 mulai merebak itu, ia tengah menjalani syuting di daerah tersebut.

Tidak ingin ambil risiko dengan kondisi tim, Pandhu mengajak para kru memeriksakan kesehatan di sebuah RS di Yogyakarta. Pandhu menyaksikan di RS rujukan covid-19 itu sebagian besar tenaga medis tidak menggunakan APD yang lengkap.

Kini Help To Help telah memiliki layanan daring yang siap sedia selama 24 jam. Rumah sakit seluruh Indonesia yang ingin mengajukan pengadaan APD dapat mengisi data kebutuhan APD melalui laman Help To Help Indonesia untuk ditindaklanjuti tim.

“Kami akan pastikan terlebih dahulu karena bisa jadi pihak rumah sakit telah mendapatkan bantuan dari pihak lain. Memang kebutuhan APD sangat tinggi, tapi sistem kami bukan first come first serve. Siapa yang lebih dulu membutuhkan kami bantu, kami ingin memotong oversuplai, jangan sampai kami ikut oversuplai,” terang Co-founder Help To Help ini.

Help To Help berupaya menjamin kebutuhan APD dari rumah sakit yang mereka bantu minimal selama tujuh hari berturut-turut hingga rumah sakit tersebut kembali memenuhi kebutuhannya sendiri. Kini tantangan mereka ialah kontinuitas donasi.

Pandhu menyatakan tantangan ke depan yang akan dihadapi Help To Help bukan kompetisi untuk membantu orang, melainkan kompetisi untuk meyakinkan orang. Sebab, menurutnya, sebentar lagi orang-orang akan memasuki fase jenuh dalam menghadapi pandemi ini.

“Kami pernah dapat Rp500 juta hanya dalam waktu satu minggu. Namun, sekarang kisaran dana yang berhasil kami kumpulkan hanya Rp100 juta dalam jangka waktu tiga minggu. Jadi, ini terasa banget redupnya,” pungkas Pandhu. (Bus/M-1)

BERITA TERKAIT