03 May 2020, 02:00 WIB

Melanie Subono Sumbangsih untuk Buruh


Fetry Wuryasti | Humaniora

PADA peringatan Hari Buruh, 1 Mei lalu, penyanyi dan penulis lagu Melanie Subono, 43, mengamen secara virtual melalui Live Instagramnya.

Pandemi virus korona baru (covid-19) membuat Melanie memanfaatkan media sosial untuk tetap bisa menyuarakan suara para pekerja pabrik dan membantu para buruh yang terpaksa dirumahkan. Sejumlah lagu dipersembahkan khusus untuk para buruh, terutama buruh pabrik. Pihak sponsor akan melipatgandakan apa pun yang dia dan gitarisnya dapatkan hari itu.

Setiap satu penonton akan disimbolkan sebagai bantuan untuk satu buruh pabrik dan dilipatgandakan. “Saya belum pernah main (bernyanyi) sedeg-degan ini. Saya tidak tahu sore ini kami akan menghasilkan (donasi) untuk satu, 10, 50, 100, 1.000 buruh. Saya tidak tahu. Saya akan bermain musik selama 1 jam. Silakan siapa saja yang mau request lagu,” ujar Melanie.

Selama berlangsungnya ngamen virtual, putri promotor Adrie Subono itu juga  sambil membacakan jumlah barang-barang donasi yang masuk ke pesan teksnya dan barang-barang yang diantar langsung oleh para donatur.

“Semua donasi yang masuk dipersembahkan untuk buruh, hanya untuk buruh, terutama buruh pabrik,” kata Melanie.

Menurut Melanie, buruh ialah mereka yang bekerja dan dibayar, berangkat pagi pulan malam, dan masih bergantung hidupnya pada korporasi.


Dari rakyat

Tembang-tembang yang dia nyanyikan, antara lain Gue Rock n Roll, Darah Juang, Sajak Suara, serta Buruh Tani. Dia meyakinkan dengan semangat rakyat untuk rakyat, kita semua bisa hidup.

“Teman-teman kita merasakan perjuangan, bagaimana dokter tidak diurus. Indonesia tidak siap untuk mendadak mengalami hal seperti ini,” kata Melanie.

Dari hasil manggung selama 1 jam di Live Instagram, terkumpul donasi berupa 700 kg beras, uang tunai Rp5,3 juta, 250 kantong gula, 250 kantong minyak goreng, 1.000 mi instan, 250 minuman kelapa, 250 kaleng sarden, 1.000 masker, serta 100 paket sembako lengkap.

 “Kita bisa, rakyat untuk rakyat. Hari ini saya persembahkan untuk buruh, terutama buruh pabrik. Kita tidak bisa makan kalau tidak ada mereka. Tapi kok buruh kayaknya dilepeh sekali,” kata  Melanie. (M-4)

 

BERITA TERKAIT