02 May 2020, 21:14 WIB

Masyarakat Kesulitan, Mahfud: Pemerintah Kaji Relaksasi PSBB


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, pemerintah sudah mendengar keluhan masyarakat terkait penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). PSBB dilakukan untuk memperlambat laju penularan pandemi novel coronavirus 2019 (covid-19).

Menurut Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu, keluhan tersebut antara lain sulitnya mencari nafkah saat PSBB sebab mobilitas masyarakat dibatasi.

Baca juga:Polemik Pengangkatan Kepala BNPT, Ombudsman Bela Kapolri

"Kita tahu ada keluhan ini sulit keluar, sulit berbelanja dan sebagainya, sulit mencari nafkah dan sebagainya," ujarnya seperti dikutip dari Instagram pribadinya @mohmahfudmd pada Sabtu (2/5).

Oleh karena itu, Mahfud menuturkan pemerintah tengah memikirkan kebijakan agar masyarakat tetap dapat mencari nafkah namun ada protokol yang harus diikuti. Ia menyebutnya sebagai relaksasi PSBB.

"Nanti akan diadakan sedang dipikirkan pelonggaran-pelonggaran misalnya rumah makan boleh buka dengan protokol begini, kemudian orang boleh berbelanja dengan protokol begini dan seterusnya," tutur Mahfud.

Ia tidak menampik dampak dari penerapan PSBB yakni masyarakat dapat merasa stres dan terkekang. Kondisi itu, imbuhnya, berpengaruh pada menurunya imunitas seseorang. Meski demikian, ia mengajak masyarakat untuk bersabar dan menjalani PSBB bersama-sama. Hal yang diperlukan, ujarnya, adalah kebersamaan.

Baca juga:Pengangkatan Kepala BNPT Malaadministrasi, Melangkahi Presiden

"Tidak ada lagi atau apa namanya struktur hubungan antara orang dengan orang lain yang satu lebih tinggi yang satu lebih rendah. Sekarang ini sama sama-sama posisinya. Kita harus saling sama-sama menjaga jangan biarkan ditulari orang lain jangan juga menulari orang lain. Nah itulah sekarang protokol yang diatur oleh pemerintah," tukasnya. (Ind/A-3)

BERITA TERKAIT