02 May 2020, 20:00 WIB

NasDem Kritik Penunjukan 8 Sekolah Jadi Tempat Isolasi


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Penunjukan 8 sekolah di Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan menjadi tempat isolasi warga terindikasi covid-19 membuat resah warga. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh yang ternyata tinggal di kawasan tersebut.

Ia mengatakan 8 sekolah tersebut berada di sebuah komplek perumahan. Otomatis sekolah tersebut berdekatan dengan pemukiman warga Kebon Baru.

"Warga menjadi enggak tenanglah. Banyak lansia juga. Kalau sekolahnya di pinggir jalan enggak masalah. Ini kan jaraknya cuma beberapa meter dari perumahan," jelas Nova, Sabtu (2/5).

Bertempat tinggal di kawasan Komplek Gudang Peluru, dekat SDN 05 Pagi Kebon Baru, Nova menyebut bahwa dirinya tidak mengetahui soal informasi tersebut.

Baca juga: TPU Pondok Ranggon Siapkan 0,5 Hektare Lahan Makam Baru

Lurah setempat, katanya, belum menjelaskan mengenai pemilihan 8 sekolah itu. Menurutnya, apabila itu sudah dijelaskan, warga jadi mengetahui alasan dipilihnya 8 sekolah tersebut.

"Ini lurahnya enggak pernah berkoordinasi ke RT-RW soal sekolah. Komunikasi ke warga juga tidak. Tanya dong, kalau di dalam komplek, warganya setuju apa enggak. Saya enggak tahu sama sekali info ini sebelumnya," tegas Nova.

Adapun 8 sekolah yang ditunjuk ialah TK Negeri 01, SDN 05 Kebon Baru, SDN 07 Kebon Baru, SDN 10 Kebon Baru, SDN 09 Kebon Baru, SDN 011 Kebon Baru, SMP 265, dan SMAN 37 Jakarta. Warga terindikasi Covid-19 yang tinggal di Kebon Baru, direncanakan bakal diisolasi sementara apabila di rumahnya tidak memiliki ruang yang memadai.

Terpisah, Lurah Kebon Baru Fadhilah Nursehati menyatakan pemilihan 8 sekolah tersebut menjadi opsi terakhir untuk isolasi sementara warga. Pihaknya juga menyiapkan beberapa gedung atau ruangan lainnya.

"Sebenarnya ada tempat lain. Di Kebon Baru kita nyiapin rumah sehat, rumah serbaguna. Untuk yang skala besar di gedung kesenian sebelah kelurahan. Sekolah pilihan terakhir saja. Harapan kita tidak digunakan," jelas Fadhilah, Jakarta, Jumat (1/5) lalu

Diketahui, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengusulkan 136 sekolah untuk menjadi lokasi isolasi warga yang terindikasi covid-19 serta menjadi fasilitas bagi tenaga medis yang merawat pasien covid-19.

Usulan ini dituangkan dalam surat kepada Sekretaris Daerah DKI Jakarta bernomor 4434/-1772.1 tertanggal 20 April 2020 yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana. (OL-14)

BERITA TERKAIT