02 May 2020, 16:25 WIB

Mendesak, Perbaikan Data Terkait Penyaluran Bansos Presiden


Ihfa Firdausya | Humaniora

PENYALURAN bantuan sosial (bansos) Presiden untuk masyarakat terdampak covid-19 di wilayah DKI Jakarta masih terus berlangsung. Pemerintah berupaya mempercepat penyaluran bansos tersebut agar dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan bahwa berdasarkan data Kementerian Sosial per 1 Mei 2020, bansos Presiden telah disalurkan kepada 462.419 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Angka tersebut mencapai 48,8% dari total sasaran penerima yang sebanyak 947.126 KPM.

"Hari ini kita mempercepat bantuan presiden untuk sembako di wilayah DKI dan Bodetabek. Insya Allah untuk DKI target penyaluran kita hari ini bisa lebih dari 60%," ujarnya saat mengecek stok sembako di gudang Carrefour MT Haryono, Jakarta Selatan, Sabtu (2/5), seperti dikutip dari keterangan resmi.

Baca juga: Tips Menyimpan Daging dan Sayur saat Pandemi

Dalam kunjungan tersebut, Menko PMK didampingi Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Kemenko PMK Tubagus A Choesni, Asisten Deputi Kompensasi Sosial, Asisten Deputi Konflik Sosial, serta Sekretaris Jenderal Kemensos, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, dan Sesditjen Linjamsos Kemensos.

Untuk mempercepat penyaluran bansos, lanjut Muhadjir, pemerintah telah menambah jumlah gudang stok penyimpanan sembako bansos Presiden dari 5 menjadi 12. Di antaranya PT Pasar Tani, Pertani Karawang, Food Station, Giri Mekar & PPI Cakung, TGV Tangerang, Ciber, Bahtera Assa, Transmart, dan CV Mount Cino.

"Kita harapkan stoknya tidak terlambat lagi dan bisa dipercepat. Mudah-mudahan dalam dua hari penyaluran bansos presiden untuk DKI gelombang satu ini bisa selesai," ungkapnya.

Menurut Muhadjir, daerah di DKI Jakarta yang masih rendah tingkat penyalurannya ialah Jakarta Barat (24,5%). Sedangkan untuk daerah lain rata-rata sudah di atas 50%, terutama yang paling tinggi di Jakarta Pusat yakni 61%.

Adapun mekanisme pengiriman bansos Presiden melibatkan PT POS dan PT Pasar Tani. Kedua PT ini bertanggung jawab dalam pengiriman dari gudang ke titik drop point yang selanjutnya dibagikan ke para KPM oleh RT/RW setempat.

Untuk mempercepat proses penyaluran, sejak 30 April kemarin para TNI juga diminta membantu proses memasukkan paket bansos dari Gudang Carrefour MT Haryono menuju kendaraan yang akan mengangkut ke drop point.

Ke depan, bansos Presiden tidak hanya paket sembako tapi juga paket beras yang disediakan oleh Bulog.

"Jadi salur pertama sembako, nanti salur kedua paket beras dan yang ketiga sembako lagi, yang keempat beras lagi dan dua sisa penyaluran terakhir berupa sembako lagi," jelas Menko PMK.

Baca juga: Isu Kartu Prakerja jadi Bola Liar, Pemerintah Didesak Klarifikasi

Menko menekankan bahwa target penyaluran bansos Presiden diutamakan untuk masyarakat terdampak yang belum menerima program nasional, baik yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun tidak.

"Kalau memang masih ada yang merasa layak untuk mendapatkan bantuan karena memang dia butuh, prosedurnya bisa melapor RT/RW setempat. Dengan catatan harus melalui proses," terang Menko PMK.

Hari ini Menko PMK melakukan kunjungan lapangan ke RW 5 dan RW 6, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Penyaluran bansos di daerah tersebut dilaporkan telah berjalan baik meskipun masih perlu perbaikan data.

“Data akan terus kita sempurnakan. Pastikan bansos presiden ini diutamakan untuk mereka yang terdampak terlebih perhatikan untuk warga yang belum tercatat dalam DTKS, RT/RW/Kelurahan harus pastikan betul ketepatan sasarannya,” pungkas Muhadjir. (Ifa/A-3)

BERITA TERKAIT