02 May 2020, 14:18 WIB

Gugus Tugas Covid-19 Luncurkan Portal 'Bersatu Lawan Covid'


mediaindonesia.com | Humaniora

GUGUS Tugas Percepatan Penanganan covid-19 meluncurkan portal intregrasi data 'Bersatu Lawan Covid (BLC)'. Peluncuran portal dilaksanakan dari Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 di Graha BNPB Jakarta, Rabu (29/4).

Sistem portal 'Bersatu Lawan covid-19' tersebut diluncurkan bersama oleh Menteri Kominfo, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Kepala BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) Hinsa Siburian, dan perwakilan Kementerian BUMN serta Komisi Informasi Pusat

Baca juga: Pemerintah Hadirkan Tausiah Ramadan Lewat Siaran LPP RRI dan TVRI

Saat konferensi pers secara daring, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan portal itu merupakan hasil kerja intensif bersama Kemenkominfo, Kementerian Kesehatan, BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Komisi Informasi Pusat, serta kementerian dan lembaga terkait.

"Menindaklanjuti instruksi Bapak Presiden yang disampaikan dalam Rapat Terbatas 13 April 2020 tentang integrasi dan keterbukaan data covid-19, Kementerian Kominfo secara intensif bekerja bersama BNPB, Kementerian Kesehatan, dan lembaga terkait, untuk mengembangkan sistem integrasi data nasional bernama 'Bersatu Lawan covid-19'," papar Menkominfo.

Baca juga: Aplikasi Zoom Rawan, Menkominfo: Utamakan Aplikasi Dalam Negeri

Dalam sambutannya, Johnny mengatakan 'Bersatu Lawan covid-19' memiliki dua fungsi utama. "Pertama, fungsi integrasi dan konsolidasi data kesehatan, kependudukan, dan logistik, dan data-data lainnya yang dihimpun dari 514 kabupaten dan kota, 34 provinsi, serta kementerian lembaga terkait, maupun platform digital," ujarnya.

Johnny menegaskan data yang terintegrasi sangat penting sebagai basis pengambilan kebijakan secara akurat, terukur, dan efektif.

Baca juga: Bikin Startup untuk #LawanCovid19 dalam Waktu 54 Jam

Fungsi kedua, kata Menteri Kominfo, sistem itu juga dapat diakses publik melalui portal covid19.go.id. Ia menjelaskan portal resmi Gugus Tugas covid-19 itu telah dikembangkan agar data-data yang terintegrasi dapat diakses oleh publik dengan visualisasi yang lebih detail.

"Selain itu, platform juga memiliki fitur-fitur seperti dashboard pengelolaan data, pelaporan mandiri, chatbot, penanganan hoaks, informasi telemedicine dan rumah sakit rujukan, data lengkap protokol dan regulasi, serta banyak fitur lainnya," jelas Johnny.

Baca juga: Pengguna Gadget Jangan Kaget Terima Notifikasi soal IMEI

Dalam keterangannya, Menteri Kominfo juga menambahkan portal 'Bersatu Lawan covid-19' akan dilengkapi dengan fitur SEHATJIWA, sebuah layanan psikologi selama Pandemi covid-19.  Sistem integrasi data itu melengkapi inisiatif Kemenkominfo sebelumnya melalui Aplikasi PeduliLindungi.

"Aplikasi PeduliLindungi telah diunduh oleh 2.967.408 orang. Aplikasi ini terjamin keamanannya dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menghindari tempat-tempat yang rawan penyebaran covid-19," tutur Johnny.

Ia juga meminta warga Indonesia segera mengunduh Aplikasi PeduliLindungi agar dapat berperan aktif dalam menjaga diri serta memutus rantai penularan covid-19.

"Saya mohon kepada saudara-saudaraku yang belum mengunduh, segeralah mengunduh agar kita semakin terjauh dari covid-19," ajaknya.

Selain mengharapkan partisipasi aktif dari pengelola data covid-19, Johnny berharap baik di pusat maupun daerah untuk dapat memanfaatkan sistem integrasi data nasional 'Bersatu Lawan covid-19'.

"Dengan partisipasi aktif seluruh komponen terkait, saya yakin bahwa integrasi dan keterbukaan data ini akan membawa manfaat signifikan dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19," ungkapnya.

Pada akhir penjelasannya, Menteri Kominfo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bekerja sama melawan pandemi covid-19. "Mari terus gelorakan kerja bersama seluruh komponen bangsa. Dengan kerja bersama, kita pasti bisa lawan pandemi korona!" ucapnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT