02 May 2020, 12:38 WIB

Gunung Kidul Lakukan Percepatan Tanam Padi dan Palawija


mediaindonesia.com | Ekonomi

Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada saat teleconference dengan Kepala Dinas Pertanian se Indonesia pada 14 April 2020, daerah harus bisa menjaga ketersediaan pangan bagi rakyatnya dalam rangka antisipasi dampak covid 19. Sebagai langkah tindaklanjutnya, Kementan mendorong percepatan tanam tanaman pangan padi dan palawija.

Salah satunya yang sudah melakukan di Gunung Kidul. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul juga telah meminta wilayah binaannya segera melakukan percepatan musim tanam kedua 2020. Yakni dengan himbauan percepatan olah lahan, gerakan tanam padi di lahan yang ada sumber air atau tanam palawija di lahan tadah hujan, penanaman sayuran dan empon empon di pekarangan petani, serta menyimpan hasil panen untuk cadangan pangan ke depan.

Oleh karena hal tersebut Kepala DPP bersama Bidang Tanaman Pangan melaksanakan pemantauan pelaksanaan gerakan tanam di beberapa wilayah Kecamatan.

Di Dusun Klepu, Tambakromo, Kecamatan Ponjong, berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri dan Kecamatan Semin sekelompok petani sedang melakukan penanaman padi seluas 30 Ha. Wiyono, 44, salah seorang petani menyatakan bahwa di desanya baru saja panen raya padi. Dirinya pada musim tanam pertama mendapatkan 60 sak (1,8 ton) gabah dari lahan miliknya. Sekarang dirinya segera tanam kembali setelah persemaian padinya cukup umur untuk dipindah.

Selanjutnya di Dusun Jelok, Pundungsari, Semin, para petani juga sedang giat menanam kembali tanaman padi di musim tanam kedua di lahan kurang lebih 25 ha. Para petani memanfaatkan sumber air sungai dengan pompa air yang tersedia untuk mengairi lahannya.

Kadis Pertanian dan Pangan Bambang Wisnu Broto dalam pesannya kepada para petani yang dijumpai menyatakan kegembiraannya atas hasil panen para petani di  musim pertama yang berlimpah. Juga ucapan terima kasih kepada para petani telah mengikuti himbauan Dinas lewat para petugas pertanian dan penyuluh lapangan untuk segera melakukan tanam kembali.

Selain itu Bambang berpesan untuk para petani agar memanfaatkan pekarangan dengan menanam empon empon dan sayuran.

 “Sampai akhir Maret, luas tambah tanam padi di musim kedua mencapai 3.014 Ha, sedang sampai minggu kedua April sesuai laporan utama pertanian yang dilaporkan para penyuluh ada tambahan 3.552 ha sehingga total pertanaman padi sampai dengan bulan April di musim tanam kedua ada 6.566 Ha”, ujarnya.

Sesuai arahan Dirjen Tanaman Pangan Suwandi bahwa lahan harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. "Setelah dilakukan panen, jangan biarkan lahan nganggur terlalu lama. Segera lakukan tanam supaya lahan selalu produktif," ujar Suwandi.

Suwandi pun mendorong semua daerah untuk segera tanam, apalagi di musim Pandemi Covid ketersediaan beras menjadi hal yang utama untuk menjaga kestabilan ekonomi negara. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT