02 May 2020, 07:50 WIB

Bansos Amburadul Picu Perkelahian


SURYANI WANDARI PUTRI | Megapolitan

BURUKNYA penyaluran bansos atau sembako menimbulkan kecurigaan hingga memicu perkelahian di Jalan Rawabinangun III, RT 06, RW 08, Rawabadak Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Perkelahian itu bermula dari pertanyaan warga mengenai belum disalurkannya bansos dan membuat Ketua RT 06 tersinggung. Karena itu, terjadilah perdebatan diwarnai adu fisik hingga menyeret mereka ke kantor kepolisian.

“Itu bentuk kegelisahan warga yang seharusnya bisa ditangani jika bansos tepat waktu dan penyalurannya tepat sasaran. Ini murni bentuk kegelisahan dan keresahan masyarakat,” papar Anggota DPRD DKI Jhony Simanjuntak saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (30/4).

Politikus PDIP itu menyebut perkelahian di Koja merupakan cerminan buruknya pelayanan Pemprov DKI di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Masyarakat dianjurkan di rumah, tapi tidak semua mendapat bantuan yang merata.

Jhony juga tidak menyalahkan pihak RT sebab ia tahu dari hasil pemantauan di lapangan, dalam pendataan warga miskin yang membutuhkan bansos pada masa PSBB, RT dan RW tidak dilibatkan.

Secara terpisah, Kemensos mempercepat proses penyaluran sembako kepada 1,9 juta kepala keluarga terdampak covid-19 di Jabodetabek. Mensos Juliari P Batubara mengimbau aparat setempat berperan aktif mengawal penyaluran bantuan sembako agar tepat sasaran. “RT dan RW paling tahu kondisi warganya. Oleh karena itu, pelibatan RT/RW, kelurahan, kecamatan, hingga pemerintah kota wajib dilakukan agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran,” cetusnya.

Juliari mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial menyediakan nomor kontak layanan pengaduan di 0811 1022 210 atau melalui e-mail bansoscovid19@kemsos.go.id (Put/Ifa/J-2)

BERITA TERKAIT