02 May 2020, 07:00 WIB

Boy Rafli Amar Jabat Kepala BNPT


YAKUB PRYATAMA WIJAYAATMAJA | Politik dan Hukum

KEPALA Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Idham Azis menunjuk Irjen Boy Rafli Amar sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggantikan Komjen Suhardi Alius.

Penunjukan itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor: ST/1377- 1378/V/KEP./2020 tertanggal 1 Mei 2020, yang ditandatangani Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mewakili Kapolri. “Iya benar, ada Surat Telegram Nomor ST/1377/V/KEP./2020 dan ST/1378/V/KEP./2020 tanggal 1 Mei 2020,” ujar Karopenmas Polri Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono seperti dilansir Antara, di Jakarta, kemarin.

Suhardi Alius dimutasi menjadi analis kebijakan utama Bareskrim Polri. Jabatan yang diisi Boy sebelumnya, yakni Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakalemdiklat) Polri, ditempati oleh Irjen Luki Hermawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Selain itu, Kapolri merotasi jabatan inspektur pengawas umum (irwasum), kepala badan intelijen dan keamanan (Kabaintelkam), hingga sembilan kapolda.

Kesembilan kapolda baru ialah Ahmad Lutfhi yang menjabat Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Fadil Imran menjabat Kapolda Jawa Timur (Jatim), Kapolda Banten Irjen Fiandar, Kapolda Bengkulu Brigjen Teguh Sarwono, Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Aris Budiman, Kapolda Sumatra Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri, Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Brigjen Dedi Prasetyo, Kapolda Kalimantan Selatan (Kalsel) Irjen Nico Afi nta, dan Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal.

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Eva Yuliana mengapresiasi mutasi jabatan di lingkungan Polri. “Di tengah pandemi covid-19, Polri mampu melaksanakan mutasi untuk peningkatan kualitas organisasi. Syukur alhamdulillah,” tutur Eva di Jakarta, kemarin.

Secara khusus Eva juga mengapresiasi kinerja Irjen Rycko Amelza Dahniel selama menjabat Kapolda Jateng. Rycko diangkat menjadi Kabintelkam Polri, sedangkan Kapolda Jateng selanjutnya dijabat Brigjen Ahmad Luthfi .


Selidiki teroris

Dalam kaitan penanggulangan teroris, tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri telah mengamankan tiga terduga teroris di sebuah kios ikan hias di Kampung Jalumprit, Desa Waringin Kurung, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Banten, Senin (27/4).

Ketiga terduga teroris, yakni HS, AM, dan CM, masih belum diketahui asul-usul jaringan yang mewadahi mereka. “Terkait jaringan para terduga teroris, sampai dengan saat ini masih dalam penyelidikan Densus 88,” ucap abag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra kepada Media Indonesia, Kamis (30/4).

Dari penangkapan ketiganya, tim Densus 88 telah menyita sejumlah barang bukti, yaitu 2 laptop, 2 flashdisk, hardisk, 2 golok, dan 3 pisau. “Diamankan juga sebuah buku berjudul Imam Samudra, 3 samurai, 2 senapan angin, 3 busur beserta anak panah, dan double stick,” ujar Asep.

Menurut Asep, penangkapan ketiganya merupakan pengembangan kasus dari penangkapan terduga teroris di Sidoarjo dan Surabaya, Jawa Timur beberapa hari sebelumnya. Pada Minggu (26/4), tim Densus 88 menangkap satu terduga teroris berinisial MH di Perumahan Bumi Sedati Indah, Sidoarjo, Jawa Timur.

MH ialah seorang karyawan swasta. Hingga saat ini, latar belakang jaring an teroris MH pun masih belum diketahui. (Uta/P-2)

BERITA TERKAIT