02 May 2020, 03:14 WIB

Selama PSBB, Kasus Narkoba Meningkat di DKI


Ant | Megapolitan

SELAMA masa Pembatasan Sosial Berskala Besar di DKI Jakarta, kasus penyalahgunaan narkotika periode April naik hingga 120% dibanding bulan sebelumnya.

"Hampir semuanya terungkap. Kalau kita bicara narkoba kita lakukan penangkapan kemudian penyidikan. Dibandingkan sebulan sebelumnya memang 120 persen. Ini pengungkapan yang selama ini di bulan April cukup tinggi," kata Nana dalam jumpa pers di Mako Polda Metro Jaya, Jumat (1/5).

Meski demikian Nana meminta masyarakat tidak cemas, karena Polda Metro Jaya fokus memberantas narkotika.

Dia pun berkomitmen selama menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya akan membuat wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya bebas dari peredaran narkotika.

"Dalam hal ini Polda Metro Jaya tetap fokus sesuai komitmen pertama. Kita dari awal di era kepemimpinan saya berkomitmen wilayah hukum Polda Metro Jaya zero narkoba," kata Nana.

Nana juga mengatakan para pengedar narkoba berharap pengawasan aparat keamanan melonggar karena tengah disibukkan oleh penanganan pandemi korona.

"Khusus untuk ini peredarannya di Jakarta. Dalam situasi pandemi situasi mewabahnya virus corona ini dimanfaatkan para tersangka ini. Mereka perkirakan saat ini polisi fokus mencegah korona," kata Nana.

Pasa kesempatan itu, Polres Metro Jakarta Pusat meringkus sembilan pengedar narkotika jenis sabu dan ekstasi serta menyita 46 kilogram sabu-sabu berikut 65 ribu butir ekstasi.

"Ini pengungkapan kasus narkoba jenis sabu dengan total 46 kilogram dan ekstasi sebanyak 65 ribu butir ya. Jadi ini kasus selama bulan April ya, mulai tanggal 18, 21 dan 24 di empat TKP," imbuh Nana. (OL-8).

 

BERITA TERKAIT