02 May 2020, 06:50 WIB

Seluruh Jabar Siap Laksanakan PSBB


Nurul Hidayah | Nusantara

SEJUMLAH pemerintah daerah di Provinsi Jawa Barat (Jabar) mendukung rencana pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di seluruh provinsi tersebut. Kebijakan itu diharapkan mempercepat upaya memutus mata rantai penyebaran virus korona baru atau covid-19.

Dukungan antara lain disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mengajukan rencana itu ke Kementrian Kesehatan.

Bupati Cirebon, Imron Rosya­di, mengatakan PSBB menyeluruh, termasuk di Kabupaten Cirebon, diperlukan karena pihaknya kewalahan menghadapi kedatangan pemudik. Kendati sudah berupaya memperketat kedatangan warga dari luar daerah, pemudik masih saja berdatangan.

“Sebenarnya kami ingin dari dulu dilakukan PSBB,” ujar Bupati Cirebon, kemarin. Ia juga mengaku siap melaksanakan PSBB, bahkan telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 hingga ke tingkat desa.

Jika PSBB jadi diterapkan di seluruh Jabar mulai pekan depan, Imron meminta masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas masing-masing.

Dukungan serupa sebelumnya disampaikan Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis. Ia juga menyatakan sudah siap melaksanakan kebijakan tersebut.

“Kami dukung dan kami sudah siap,” kata Azis. Menurutnya, keinginan Pemprov Jabar untuk melakukan PSBB sama dengan keinginan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon.

Pemkab Cianjur dan Sukabumi juga mendukung PSBB di seluruh Jabar, tetapi di wilayah mereka akan diberlakukan parsial. Di Cianjur, misalnya, tiga dari 32 kecamatan di­nyatakan sebagai zona merah covid-19 sehingga menurut Kabid Humas dan Data Operasi Gugus Tugas Covid-19 Cianjur, Teddy Artiawan, masih ada wilayah yang merupakan zona hijau.

Tiga kecamatan zona merah covid-19 ialah Cijati, Cugenang, dan Karangtengah.

PSBB parsial kemungkin­an juga akan dilaksanakan di Kabupaten Sukabumi. Di daerah itu terdapat delapan kecamat­an yang merupakan zona merah.

“Kami kemungkinan akan melaksanakan PSBB parsial. Tapi pada prinsipnya kami sepakat dengan rencana PSBB di seluruh Jabar yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi wilayah,” terang Bupati Sukabumi Marwan Hamami.

Dari delapan kecamatan zona merah covid-19 di Kabupaten Sukabumi, enam di antaranya berbatasan langsung dengan Kota Sukabumi. Dua kecamatan lagi berbatasan dengan Kabupaten Bogor.

“Di antara wilayah yang kasus positifnya tinggi ialah Kecamatan Cidahu dan Cicurug,” ucap Marwan.

Di sisi lain, Pemkab Ciamis berencana memberlakukan PSBB secara menyeluruh di 27 kecamatan. Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan rencana itu telah disepakati seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Kendaraan berkurang

Pergerakan kendaraan bermotor di Kota Bandung terus menurun dan kini tinggal 30% sejak pelaksanaan PSBB pada 22 April lalu. Berkurangnya aktivitas kendaraan bermotor selain karena jumlah titik pantau (check point) kendaraan ditambah, waktu pemeriksaan juga diperpanjang menjadi 24 jam penuh.

Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Yana Mulyana, mengatakan pihaknya sudah memberlakukan pemeriksaan 24 jam penuh di setiap check point. Dampaknya, jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah ibu kota Jabar itu tinggal 30% bila dibandingkan dengan sebelum pemberlakuan PSBB.

Ia berharap penurunan vo­lume kendaraan yang masuk ke Kota Bandung berdampak terhadap penyebaran virus korona di wilayahnya. “Mudah-mudahan linier dengan penurunan pandemi,” ujarnya.(BB/BY/AD/MY/JL/RZ/N-1)

BERITA TERKAIT