02 May 2020, 06:20 WIB

Jalan Utama Dijaga Pemudik Lalui Jalur Tikus


JI/AS/AT/RF/YR/AD/N-1 | Nusantara

ARUS pemudik dari Jabodetabek dan Jawa Barat terus mengalir menuju wilayah Jawa Tengah meski larangan mudik diberlakukan, demikian juga halnya dari arah Jawa Timur. Mereka melakukan perjalanan melalui jalur yang kurang pengawasan atau jalur tikus karena jalur-jalur utama dijaga ketat oleh petugas.

Pemudik yang masuk ke wilayah Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini memilih melalui Kecamatan Kersana dan Ke­tanggungan. Berdasarkan pemantauan, kemarin, banyak kendaraan pribadi bernomor polisi B melintasi kedua wilayah kecamatan itu dari arah Ciledug, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Selanjutnya, kendaraan menuju Purwokerto dan kota-kota di Jawa Tengah bagian selatan.

Kendaraan pemudik lain yang akan menuju Semarang, sebelum tiba di flyover Dermoleng, Kecamatan Ketanggungan, berbelok ke kiri dan masuk jalur tikus Ketanggungan-Dukuhturi-Jatibarang, lalu melalui Slawi, Kabupaten Tegal.

“Yang menggunakan jalur tikus umumnya mobil travel pengangkut pemudik. Paling banyak melintas malam hingga dini hari,” kata Rojak, salah seorang warga Ketanggungan yang kerap mengatur lalu lintas atau biasa disebut Pak Ogah.

Dari arah Jawa Timur, jalur tikus yang digunakan pemudik ialah Desa Getas, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Desa tersebut yang berada di perbatasan Blora dengan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Jalur itu jauh dari pantauan petugas dan kondisi jalannya masih banyak yang belum beraspal.

Arus mudik juga masih terjadi di daerah lainnya, antara lain menuju Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemudik dari Pulau Belitung menuju Pulau Bangka yang menumpang kapal kayu melalui Kabupaten Bangka Selatan juga masih terlihat. Kepala Dinas Kesehatan Bangka Selatan, Supriyadi, mengatakan kesehatan para penumpang dalam keadaan baik.

Pelabuhan Lembar di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mulai Kamis (30/4) malam menutup akses penyeberang­an penumpang menuju Bali. (JI/AS/AT/RF/YR/AD/N-1)

BERITA TERKAIT