02 May 2020, 04:55 WIB

Prancis Serukan Setop Kompetisi


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

LIGUE 1 secara resmi dihentikan. Paris Saint-Germain (PSG) sebagai pemuncak klasemen dinobatkan sebagai juara musim ini. 
Keputusan itu diambil Liga Sepak Bola Profesional Prancis (LFP) setelah menindaklanjuti arahan pemerintah yang melarang digelarnya ajang olahraga profesional hingga September. Prancis kini menjadi negara ketiga setelah Belanda dan Belgia yang menyatakan tidak lagi akan melanjutkan kompetisi sepak bolanya akibat wabah virus korona (covid-19).

Le Parisien melaporkan Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui Menteri Olahraga Roxana Marancineanu, disebutkan melobi pemerintah negara lain di Eropa, seperti Italia dan Spanyol, untuk ikut menghentikan kompetisi. Pemerintah Prancis beralasan
dengan menghentikan kompetisi secara serentak, akan ada kesamaan jadwal dan kalender sepak bola untuk musim depan.

Meski demikian, tampaknya akan sulit mendengarkan usulan itu. Jerman seperti diketahui tetap melanjutkan Bundesliga yang rencananya mulai digelar lagi pada 9 Mei tanpa penonton.

Sementara itu, Liga Primer Inggris juga berkomitmen melanjutkan kompetisi meski harus digelar tanpa penonton. Kemungkinan Liga Primer akan dimulai lagi pada awal Juni. Hingga berita ini diturunkan, tengah dilakukan pertemuan virtual untuk membahas jadwal pastinya.

Presiden PSG Nasser al-Khelaifi mengatakan pihak klub mempersembahkan gelar juara kepada tenaga medis, khususnya yang berada di Prancis.

“Kami ingin memberikan gelar Ligue 1 ini kepada staf medis dan semua pahlawan yang berada di garis depan yang berkomitmen dan berkorban dari minggu ke minggu. Mereka pantas mendapatkan penghormatan paling tinggi,” ucap al-Khelaifi dalam keterangan resminya, kemarin.

Paris Saint-Germain yang berada di puncak klasemen unggul 12 poin. Posisi kedua dan ketiga ditempati Marseille dan Rennes. Lyon yang berada di peringkat ketujuh harus absen dari kancah Eropa pertama kalinya sejak 1997. Presiden Lyon Jean-Michel Aulas mengaku pihaknya menderita kerugian atas keputusan itu.

“Ini mencuri peluang kami yang sangat berharga. Kami akan mengklaim ganti rugi jutaan euro,” kata Aulas kepada Le Progres seperti dilansir dari Goal.

Aulas bahkan mengecam Presiden FFF Noel Le Graet yang tak cakap dalam memimpin federasi. Ia menilai keputusan menghentikan
kompetisi secara prematur tidak adil.


Selesaikan musim

Semua klub Serie A dilaporkan sepakat untuk menyelesaikan kompetisi musim 2019/2020 yang ditunda sejak Maret. Dilansir dari Football Italia, operator kompetisi, kemarin, telah menggelar pertemuan darurat dengan para klub melalui konferensi video. Hasilnya, semua klub sepakat menyelesaikan 13 laga yang tersisa.

Kendati demikian, ada syarat agar keputusan itu dapat ditindaklanjuti. Pemerintah akan mengizinkan kompetisi dilanjutkan ketika Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) sudah menerapkan protokol medis untuk memastikan keselamatan dan kesehatan pemain dari ancaman korona. Adapun sejumlah klub Serie A, seperti Bologna, Parma, SPAL, dan Sassuolo, berencana kembali berlatih pada Senin (4/5). (AS/R-3)

BERITA TERKAIT