02 May 2020, 00:19 WIB

Ligue 1 Dihentikan, Lyon Meradang


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

PRESIDEN Lyon Jean-Michel Aulas meradang setelah Ligue 1 resmi dihentikan dan peringkat klasemen terakhir bersifat final.

Paris Saint-Germain yang berada di puncak klasemen dengan unggul 12 poin dinyatakan juara. Posisi kedua dan ketiga, Marseille dan Rennes lolos ke Liga Champions. Sedangkan peringkat keempat hingga keenam, Lille, Reims dan Nice lolos ke Liga Europa.

Lyon yang berada di peringkat ketujuh harus absen dari kancah Eropa pertama kali sejak 1997. Aulas mengaku pihaknya merasa dirampok dan akan menderita kerugian atas keputusan itu.

"Ini mencuri peluang kami yang sangat berharga. Kami akan mengklaim ganti rugi jutaan euro," kata Aulas, kepada Le Progres, dilansir dari Goal, Jumat (1/5).

Aulas bahkan mengecam Presiden FFF Noel Le Graet yang tak cakap dalam memimpin federasi. Ia menilai keputusan menghentikan kompetisi secara prematur tidak adil.

Ia menegaskan Liga Sepak Bola Prancis (LFP) hanya merujuk pada sepotong keputusan pemerintah soal aktivitas olahraga. Padahal, kata ia, pemerintah Prancis mengizinkan adanya pertandingan secara tertutup.

Selain itu, pihak klub juga berusaha menarik minat pihak televisi untuk menyiarkan pertandingan Ligue 1 yang sebelumnya direncanakan berjalan dengan babak playoff.

Selain itu, juga menilai ada yang tidak adil dalam penentuan peringkat akhir. Ia mengatakan Nice yang berada di peringkat 6 diuntungkan dengan 15 laga kandang. Sedangkan timnya hanya mendapat 13 laga.

"LFP gegabah untuk menghentikan liga. Ini bukan keputusan untuk klub amatir. Ada banyak yang dipertaruhkan," ungkapnya. (Goal/OL-8)

 

BERITA TERKAIT