02 May 2020, 00:15 WIB

Afrika Selatan Longgarkan Lockdown secara Bertahap


Nur Aivanni | Internasional

AFRIKA Selatan secara bertahap melonggarkan penguncian wilayah atau lockdown yang ketat akibat virus korona, Jumat (1/5). Pelonggaran tersebut mengizinkan beberapa industri untuk beroperasi kembali setelah dilakukan pembatasan selama lima minggu.

Ekonomi di negara itu sudah mulai goyah ketika lockdown mulai dilaksanakan pada 27 Maret untuk menahan penyebaran infeksi.

Untuk melawan kehancuran ekonomi tersebut, pemerintah telah mengambil pendekatan secara bertahap untuk membuka kembali negara itu mulai 1 Mei.

Sekitar 1,5 juta pekerja di industri tertentu kembali bekerja pada fase berikutnya di bawah kondisi kesehatan yang ketat, menurut Menteri Perdagangan dan Industri Ebrahim Patel.

Pakaian musim dingin, tekstil dan pembuatan kemasan adalah beberapa industri yang diizinkan untuk membuka kembali pabrik mereka. Restoran juga akan dibuka, tetapi hanya untuk pengiriman takeaway.

Larangan kontroversial mengenai penjualan rokok dan alkohol akan tetap berlaku. Dan bagi perusahaan yang melanggar peraturan akan ditutup.

Beberapa kegiatan di luar seperti bersepeda, berjalan dan berlari akan diizinkan, tetapi hanya diizinkan selama tiga jam di pagi hari. Jaga jarak sosial dan memakai masker di tempat umum dan tempat kerja akan diwajibkan.

Presiden Cyril Ramaphosa mengambil keputusan untuk melonggarkan pembatasan tersebut dalam upaya untuk mencapai keseimbangan antara melindungi kesehatan masyarakat dan ekonomi.

"Rakyat kita perlu makan. Mereka perlu mencari nafkah," kata Ramaphosa.

"Perusahaan harus dapat menghasilkan dan berdagang, mereka perlu menghasilkan pendapatan dan mempertahankan karyawan mereka dalam pekerjaan," tambahnya.

Jumlah infeksi yang dikonfirmasi di negara itu telah meningkat menjadi 5.647 sejak 5 Maret ketika kasus pertama terdeteksi. Adapun jumlah kematian akibat covid-19 sebanyak 103 orang. (AFP/OL-8)

 

BERITA TERKAIT