01 May 2020, 21:41 WIB

Politisi PAN Ngamuk karena Acaranya Dibubarkan Satpol PP di Solok


Yose Hendra | Nusantara

POLITISI PAN yang ingin maju sebagai calon Bupati Solok dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Epyardi Asda, mengamuk saat anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Solok membubarkan massa yang tengah ia kumpulkan di Sirukam, Kecamatan Payuang Sekaki, Kabupaten Solok, Sumatra Barat.

Acara yang digalang Epyardi dalam rangka berbagi sembako bagi warga terdampak virus korona atau covid-19. Acara itu juga dihadiri Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin.

Baca juga: Masjid Agung Salat Jumat Dibuka lagi untuk Salat Jumat Berjemaah

Dalam video berdurasi 3 menit 8 detik yang beredar luas, Epyardi memarahi petugas Satpol PP Kabupaten Solok dan anggota polisi yang membubarkan acara pengumpulan massa yang ia lakukan.

Baca juga: KPK Ingatkan Bansos tidak Dimanfaatkan untuk Pilkada

Tim gugus tugas Covid-19 membubarkannya lantaran menegakkan aturan yang berlaku dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Epyardi mengatakan, menegakkan suatu aturan itu pada tempatnya. "Pasar kenapa enggak Anda urus? Kenapa Anda takut-takuti masyarakat? Satpol PP
digaji rakyat, bukan menakuti rakyat. Di pasar orang kerumuman, enggak kamu urus. Setiap pasar, ramai orang semuanya. Itu yang diberikan
pengarahan," hardik Epyardi.

Baca juga: Pemerintah Larang TKA Tiongkok ke Indonesia Selam Pandemik

Ia juga mengaku ikut membahas pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Ia juga mengancam petugas kalau jadi bupati, petugas tersebut tidak akan ada lagi atau dipecat.

Ia juga membanggakan diri sebagai anggota DPR selama 15 tahun dan menegaskan diri sebagai wakil rakyat.

Padahal ia saat ini tidak terpilih menjadi anggota DPR RI periode  sekarang. (X-15)
 

BERITA TERKAIT