01 May 2020, 20:25 WIB

Pelanggaran Mudik Meningkat, Kepolisian Tambah Personel


Tri Subarkah | Megapolitan

KEPALA Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya akan menambah kekuatan personel di jalur arteri dalam Operasi Ketupat Jaya 2020. Hal tersebut dilakukan seiring makin banyak ditemukan pemudik yang menggunakan jalur arteri.

"Sekarang lebih banyak kami lakukan teguran atau sanksi di tempat-tempat arteri daripada di pintu tol Bitung dan Cikarang Barat. Makanya kekuatan untuk di jalur-jalur arteri kita tambah lagi. Itu hasil evaluasi kami untuk seminggu ini dan hasil monitoring kami ke lapangan, ke beberapa pos-pos yang ada," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jumat (1/5).

Menurut Yusri, mayoritas pelanggar mudik Lebaran 2020 yang melewati jalur arteri adalah pesepeda motor. Sementara dibandingkan kendaraan umum, kendaraan pribadi jauh lebih banyak melanggar larangan mudik.

"Karena kan memang ada kebijakan dari Kementerian Perhubungan, beberapa PO sudah tidak boleh lagi jalan," katanya.

Pedataan pelanggar yang melewati jalur arteri sendiri baru dilaksanakan sejak Senin (27/4) kemarin. Yusri mengklaim pihaknya hanya melakukan sosialisasi sebelum tanggal tersebut. Sedangkan sejak Jumat (24/4) lalu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya hanya melakukan pendataan di dua pos pengamanan terpadu yang berada di gerbang tol Cikarang Barat dan Bitung.

Berdasarkan data Ditlantas PMJ, sampai hari ketujuh Operasi Patuh Jaya 2020, sebanyak 7.748 kendaraan diberikan sanksi mutar balik ke daerah asal. Dari angka tersebut, 3.269 kendaraan ditindak di Cikarang Barat, sedangkan 2.713 kendaraan di Bitung.

Sementara di 16 pos pengamanan terpadu yang tersebar di jalur arteri daerah perbatasan tercatat sebanyak 1.766 kendaraan yang diminta putar balik. 705 di antaranya dilakukan oleh pesepeda motor. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT