01 May 2020, 18:50 WIB

Jangan Takut Memulai Hobi Fotografi


mediaindonesia.com | Humaniora

FOTOGRAFER milenial Adi Putra berbagi ilmu dan pengalamannya di dunia fotografi bagi masyarakat. Menilik karya Adi yang tak melulu fotografi membuat orang bertanya, apakah dirinya seorang fotografer atau seniman.

Pertanyaan itu terlontar saat Live Streaming Interview antara dirinya dengan Ifan Hartanto dari Wavestudioid, beberapa waktu lalu.  "Kalau saya sih terserah disebut apa, yang penting berkarya," ungkap Adi Putra yang sejak Maret 2020 pindah ke Jepang.

Hingga saat ini, pemilik akun Instagram @adipvtra itu terus berkarya. Ia memilih Jepang sebagai tempat untuk mengekspolorasi gagasan serta kemampuan. Ia pun mengaku tak mengalami kendala teknis saat berkarya, khususnya ketika memotret. Banyak hal bisa dijadikan sumber inspirasi.

"Ya (ide) dari mana aja. Kadang menonton dokumenter dari BBC ataupun menyimak youtube sebagai bagian referensi dan hiburan,” jelasnya.

Sejauh ini, Adi menggunakan media digital atau film sebagai material untuk menghasilkan karya. "Ya, ini disesuaikan dengan keperluan dan budget. Kalau untuk pemotretan terkait katalog, (cenderung) memakai digital, kalau film untuk editorial. Lebih pas warnanya," tambahnya.

Sebagai fotografer, Adi Putra dikenal memiliki style tersendiri. Karya-karya fotografinya kerapkali disebut memiliki gaya moody, nostalgic, dan cinematic. “Mulai aja, jangan banyak alasan, bawa kamera ke luar. Hajar aja (memotret),” saran Adi Putra bagi mereka yang tertarik pada dunia fotografi.

Seperti diketahui, Adi Putra pernah mengharumkan nama Indonesia saat hasil jepretannya mengundang perhatian pengunjung dan juri dalam ajang Unknown Asia Art Exchange 2018 di Osaka, Jepang, September 2018.

Unknown Asia Art Exchange adalah pameran karya seni yang diikuti para seniman dari berbagai negara. Saat itu, Adi diganjar empat penghargaan yaitu Judges Prize, 2 Reviewer Prize, dan Sponsor Prize. Pencapaian itu diapresiasi oleh Daibiru Corporation yang kemudian memajang hasil jepretan Adi. Karya Adi ditampilkan di Daibiru Building, Osaka, mulai 19 November hingga 28 Desember 2018.

Beberapa bulan kemudian, pada 19 Agustus 2019, Adi Putra pun mendapat apresiasi saat namanya masuk 74 Ikon penerima Apresiasi Pancasila 2019 dari Badan Pembinaaan Ideologi Pancasila.

Adi mulai dikenal publik ketika karyanya berjudul Adam masuk ajang bergengsi Cannes Short Film Corner 2012 saat berusia 22 tahun. Tahun 2013, eksistensi Adi semakin terjaga lewat karya video klip bertajuk Case for Shame (with Cold Specks). (OL-13)

BERITA TERKAIT