01 May 2020, 18:42 WIB

Polri Bantah Boleh Mudik Pakai Surat RT


Tri Subarkah | Megapolitan

KEPALA Korps Lalu Lintas Polri Irjen Istiono menegaskan bahwa sampai hari ini, pemerintah tetap melarang masyarakat untuk mudik dalam rangka Lebaran 2020. Hal tersebut bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

"Mudik tetap dilarang," kata Istiono kepada Media Indonesia, Jumat (30/4).

Menurut Istiono, ada beberapa media yang salah mengutip dirinya ihwal keterangan RT/RW maupun Lurah sebagai syarat masyarkat untuk mudik. Ia menyebut hal itu tidak benar.

"Ada beberapa media juga yang mengutip masalah boleh mudik tapi dengan persyaratan ada keterangan RT/RW ya, itu tidak benar," ujarnya.

Terkait dengan urusan mendesak yang memaksa masyarakat ke kampung halamannya--misal anggota keluarga meninggal dunia--Istiono mengatkan polisi di lapangan memiliki diskresi.

"Ini kan operasi kemanusiaan, tentunya polisi juga punya pertimbangan diskresi di lapangan," tandas Istiono.

Terpisah, Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri Kombes Benyamin mengatakan dalam keadaan darurat sehingga mengharuskan ke kampung halaman, masyarakat tidak perlu meminta surat keterangan dari lingkungan rumahnya untuk ditunjukan ke polisi di lapangan.langsung saja bicara kepada polisi yg melakukan penyekatan.

"Tapi memang benar-benar sedang dalam kondisi darurat, bukannya bohong-bohongan. Dia bisa menunjukkan bukti misalnya dengan video call bahwa di rumahnya ada kedukaan. Yang penting dapat meyakinkan petugas di penyekatan, nah di situ anggota bisa memutuskan boleh atau tidaknya yang bersangkutan melakukan perjalanan, itu yang dinamakan diskresi kepolisian" terang Benyamin.

"Masa hanya untuk mudik, seseorang harus berbohong. Kalau keluarganya ada yang meninggal, saya kira nggak lah ya, dan polisi hapal lah kalau ada orang yang bersandiwara seperti itu. Polisi kan biasa menghadapi orang-orang yang suka bersandiwara seperti itu," pungkasnya. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT