01 May 2020, 17:51 WIB

WFH, Pupuk Kujang Tetap Jamin Stok dan Distribusi Pupuk Subsidi


Cikwan Suwandi | Nusantara

PT Pupuk Kujang, anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero), menjamin pasokan pupuk bersubsidi di tengah pandemi virus korona (covid-19).

Kepala bagian hubungan eksternal PT Pupuk Kujang, Indra Gunawan menjelaskan pemberlakuan bekerja di rumah atau work from home (WFH), tak menjadi alasan dalam produksi maupun menyalurkan ketersediaan pupuk bersubsidi, khususnya di wilayah Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah.

Baca juga: Penyaluran Pupuk Bersubsidi Capai 2 Juta Ton

Indra mengatakan, langkah manajemen dalam pencegahan virus korona sudah dilakukan secara masif. Mulai dari penyemprotan disinfektan setiap hari di seluruh gedung dan area yang sering dilalui karyawan maupun keluarga karyawan, penyediaan hand sanitizer di semua gedung perkantoran, pemberian vaksin influenza ke seluruh karyawan, melakukan pengecekan suhu tubuh di setiap gerbang masuk gedung kantor, wajib memakai masker dan pemasangan bilik sterilisasi (body chamber) di semua pintu masuk gedung kantor. Selain itu juga imbauan untuk tidak mudik lebaran.

"Kita berupaya untuk tetap memberikan perlindungan yang optimal kepada karyawan maupun keluarga karyawan dalam hal pencegahan virus korona ," jelas Indra.

Baca juga: Masih Ada Oknum Salahgunakan Pupuk Bersubsidi

Indra menambahkan, PT Pupuk Kujang telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait distribusi pupuk ke berbagai wilayah distribusi di Jawa Barat - Banten dan sebagian Jawa Tengah. Dengan demikian kebutuhan pupuk bagi petani dipastikan terpenuhi.

Baca juga: Alokasi Pupuk Bersubsidi Klaten Jauh dari RDKK 2020

Indra menjelaskan, sampai saat ini, stok urea untuk Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah mencapai 90.271 ton. Untuk stok NPK mencapai 10.035 ton atau 181% dari ketentuan. Sedangkan stok pupuk organik mencapai 10.529 ton atau 166% dari ketentuan.

Ketersediaan stok pupuk yang cukup banyak ini guna mempersiapkan musim tanam yang akan berlangsung pada April-September.

Adapun untuk realisasi penyerapan pupuk urea bersubsidi di Jabar, Banten, dan sebagian Jateng sampai 28 April mencapai 243.139 ton atau 47% dari alokasi Dinas Pertanian sebesar 515.664 ton. (X-15)

 

BERITA TERKAIT