01 May 2020, 17:44 WIB

Minta Maaf, Takmir Masjid Jelaskan Alasan Rencana Robohkan Masjid


Lilik Dharmawan | Nusantara

PEMBUAT surat pemberitahuan pembongkaran dan perobohan Masjid Al Mubarok di Desa Klapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), meminta maaf.

Permintaan maaf dan klarifikasi disampaikan setelah pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Wangon pada Jumat (1/5).

Baca juga: 42 Pabrik Tutup, Ribuan Karyawan Dirumahkan tanpa Jaminan

Dalam pernyataan yang disebarkan melalui video, pembuat surat yakni Vuad W Nugroho menyampaikan klarifikasi surat yang dia buat.

"Surat yang saya buat hanya merupakan bentuk penyampaian ekspresi terhadap kebijakan pemerintah yang ada. Pada hari ini, di ruang Pak Camat Wangon, telah diklarifikasi, musyawarah secara kekeluargaan," kata Vuad.

Baca juga: Pasien Positif Korona Purbalingga Bertambah 2 dari Klaster Gowa

Dia memahami yang disampaikan oleh Forkompimcam Wangon dan meminta maaf secara tulus. "Sebagai anak kepada orang tua, apabila ada sikap saya yang kurang berkenan dalam menyampaikan aspirasi, saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya," ujarnya.

Baca juga: Seminggu PSBB, Warga Miskin Tegal belum Terima Bantuan

Vuad mengaku menyampaikan apresiasi tanggapan dan penerimaan dari Forkompimcam yang dapat menerim aspirasi dengan arif dan bijaksana.

"Untuk seterusnya, mudah-mudahan kesalahpahaman dan miskomunikasi seperti ini tidak terjadi lagi. Pernyataan ini kami buat  dengan tulus tanpa paksaan dari pihak manapun," ungkapnya.

Sebelumnya, Vuad selaku ketua pelaksana meneken surat yang berisi tentang perobohan Masjid Al Mubarok. Berikut isi suratnya.

Surat pemberitahuan rencana perobohan Masjid Al Mubarok. (Twitter @PolJokesID)

Assalamualaikum Wr. Wb.
Menimbang keputusan Bupati Banyumas No. 440/514/2020 terkait pelaksanaan ibadah di masa pandemi Covid-19, dan surat pemberitahuan dari Pemerintahan Kecamatan Wangon No. 400/259/2020, mengenai seruan agar umat Islam melakukan ibadah wajib maupun sunah di rumah, seruan agar tidak melaksanakan salat Jumat dan menggantinya dengan salat Zuhur di rumah, seruan untuk tidak melaksanakan salat Idul Fitri di masjid dan bahwa jika masih ditemukan kegiatan keagamaan sebagaimana tersebut di atas, maka akan dilakukan tindakan tegas sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
Berdasarkan perihal di atas maka kami Takmir Masjid Al Mubarok bersama jemaah masjid memutuskan hendak membongkar dan merobohkan Masjid Al Mubarok, karena sudah tidak dibutuhkan lagi adanya masjid di lingkungan kami. Semua aktivitas ibadah sudah dilakukan di rumah masing-masing, sehingga adalah hal mubazir atau sia-sia dengan adanya masjid yang masih berdiri tapi tidak ditempati untuk beribadah sebagaimana lazimnya.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.(X-15)
BERITA TERKAIT