01 May 2020, 14:40 WIB

Penyelamatan UMKM Tahan Laju Pengangguran


Kisar Rajagukguk | Ekonomi

SKEMA penyelamatan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) amat penting dilakukan selama pandemi covid-19. Pasalnya, sektor tersebut mampu menggerakkan sektor riil saat ini yang turut terdampak covid-19.

"Dari 129 juta tenaga kerja aktif, mayoritas berada pada sektor UMKM yakni sekitar 96%, dan UMKM merupakan klaster pertama yang terdampak dari pandemik covid-19," ungkap Anggota DPR RI Komisi XI Kamrussamad
dalam keterangannya, di kawasan UI Depok,  Jumat (1/5/2020)

Karena itu, ia mengusulkan paket stimulus ekonomi diprioritaskan untuk menyelamatkan sektor UMKM. "Kami pasti mendukung dunia usaha sepanjang memprioritaskan sektor UMKM sehingga kita bisa menahan penambahan laju pengangguran," jelas Kamrussamad dari fraksi Gerindra ini.

Ia pun meminta usulan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) soal program paket stimulus Rp1.600 triliun, perlu didukung data yang akurat.

Sebelumnya, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani menyarankan agar pemerintah menambah jumlah stimulus dari saat ini sebesar Rp405 triliun menjadi Rp1.600 triliun untuk memitigasi dan menangani dampak virus korona baru atau covid-19.

Sebagaimana dikutip dari mediaindonesia.com, rincian dari total stimulus Rp1.600 triliun yang disarankan oleh Kadin yakni untuk program jaring pengaman sosial sebesar Rp600 triliun, dana kesehatan Rp400 triliun, serta dana finansial perbankan sebesar Rp500 triliun sampai Rp600 triliun.

Porsi finansial perbankan sebesar Rp500 triliun sampai Rp600 triliun diberikan sebagai relaksasi terhadap perbankan agar dapat memberikan keringanan kepada pelaku UMKM.

Terkait itu, Kamrussamad menyarankan agar stimulus finansial perbankan sebesar Rp500 triliun-Rp600 triliun yang diusulkan Kadin, benar-benar disalurkan untuk meringankan pelaku UMKM, bukan sebaliknya disalurkan ke dunia usaha tetapi justru yang menikmati hanya korporasi-korporasi besar. "Jangan sampai kasus seperti Century terulang kembali," pungkas dia. (OL-13)

BERITA TERKAIT