01 May 2020, 10:34 WIB

Donald Trump Kembali Sudutkan Tiongkok soal Covid-19


Deri Dahuri | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Kamis (30/4) bahwa virus korona mungkin berasal dari laboratorium virologi milik Tiongkok. Namun Trump menolak untuk menjelaskan bukti tersebut seiring dengan meningkatkan ketegangan antara Washington dan Beijing mengenai asal mula pandemi yang mematikan tersebut.

Saat berbicara di Gedung Putih, Kamis (30/4), Trump menjawab tanpa berbasa-basi saat ditanya apakah dia telah mempunyai bukti bahwa virus korona baru atau Covid-19 berasal dari Institut Virologi Wuhan di Provinsi Hubei, Tiongkok.

"Iya, iya saya punya (bukti)," ucap Trump tapi ia menolak untuk memberikan penjelasanya secara spesifik. "Saya tidak bisa mengatakan kepada kalian. Saya tidak diizinkan untuk memberitahukan kepada kalian soal itu."

Namun Institut Virologi Wuhan yang didukung pemerintah Tiongkok telah menampik tuduhan itu. Sebagian pejabat AS juga belum meyakini bahwa Covid-19 berasal dari laboratorium virus di Wuhan.

Baca jugaPrancis Minta Warga Berpergian dengan Sepeda Saat Lockdown Usai

Sebagian besar ahli kesehatan di dunia lebih meyakini Covid-19 berasal dari satwa liar termasuk kelelawar yang dijual di pasar ikan di Kota Wuhan. Virus dari satwa liar diduga masuk ke tubuh manusia dan bermutas menjadi virus mematikan.

Di sisi lain, Trump tengah dibelit frustrasi dalam menghadapi pandemi Covid-19 di negaranya. Akibat Covid-19, puluhan ribu warganya meninggal dan perekonomian AS turut terkena dampak. Persoalan lain yang dihadapi Trump adalah peluangnya untuk memenangi pemilihan presiden AS pada November 2020 kian menipis.

Namun untuk kembali mendapat dari masyarakat AS, Trump dari Partai Republik terus melontarkan pernyataan bahwa pemerintahnya tengah berusaha mencari informasi bahwa virus korona berasal dari laboratorium di Wuhan. Sejumlah media juga menduga virus tersebut disintesis secara sengaja di laboratorium tersebut atau virus tersebut menyebar karena alami kebocoran.    

Berbeda halnya dengan Trump, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan pada hari Kamis (30/4) tidak diketahui apakah virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan.

"Kami tidak tahu apakah itu berasal dari Institut Virologi Wuhan. Kami tidak tahu apakah itu berasal dari pasar basah atau tempat lain. Kami tidak tahu jawaban itu," kata Pompeo dalam sebuah wawancara dengan Newsradio. 1040. (AFP/Alabiya/OL-09)

BERITA TERKAIT