01 May 2020, 11:15 WIB

Kasus Covid-19 di Kota Semarang Terus Menurun


Akhmad Safuan | Nusantara

KASUS positif covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah terus menurun dan angka kesembuhan meningkat setelah Pemerintah Kota Semarang semakin mengencarkan pencegahan untuk mempercepat pemberantasan.

Berbagai upaya dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19 di Kota Semarang terus digencarkan di tengah kekhawatiran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bahwa kota itu dapat menjadi episentrum baru virus korona karena ketidakdisiplinan warga.

Selain gencar melakukan kampanye pencegahan covid-19, Pemkot bersama sejumlah instansi tetap melakukan penyekatan di gerbang perbatasan masuk ke kota dengan memeriksa ketat pengendara.

Baca juga: Pemudik Tetap Masuk Melalui Jalur Tikus

Di dalam kota, petugas dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP terus menggelar patroli malam untuk pembubaran warga yang masih berkumpul.

Demikian juga dengan kondisi lalu lintas. Guna membatasi kegiatan warga pada malam hari, mulai pukul 18.00-06.00 WIB, belasan ruas jalan ditutup terutama menuju ke pusat keramaian, termasuk menutup tempat-tempat hiburan malam.

Data dihimpun dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, kasus positif covid-19 mengalami penurunan setiap harinya. Setelah mencapai puncak tertinggi kasus covid-19 pada Jumat (24/4) dengan jumlah 148 orang, pada Minggu (26/4) turun menjadi 134 orang, kemudian terus menurun dan kini Jumat (1/5) tinggal 116 orang positif covid-19.

Penurunan jumlah warga positif covid-19 itu terjadi karena kasus covid-19 yang positif semakin melambat sedangkan tingkat kesembuhan meningkat
seperti pada Jumat (24/4) baru 50 orang sembuh, dua hari kemudian Minggu (26/4) naik mejadi 70 orang sembuh, dan sekarang Jumat (1/5) jumlah pasien sembuh sebanyak 94 orang.

Tren menurun juga diperlihatkan dari data orang dalam pemantauan (ODP) yang pada puncak Senin (27/4) mencapai 651 orang, pada Rabu (29/4) turun menjadi 614 orang, dan Jumat (1/5) sebanyak 600 orang, meskipun untuk pasien dalam pengawasan (PDP) stabil di angka 278 orang dan meninggal sebanyak 30 orang.

"Saat ini masih ada 81 orang positif covid-19 yang dirawat di beberapa rumah sakit rujukan, 35 orang di antara mereka telah mengalami perbaikan klinis dan tinggal menunggu hasil test swab terakhir untuk dinyatakan sembuh," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menanggapi dingin prediksi kekhawatiran menjadi episentrum covid-19.

"Prediksi boleh-boleh saja, namanya Kota Semarang kota metropolitan, lalu lintas barang dan orangnya pasti dinamis sekali," katanya.

Namun bagi Pemkot Semarang, kata Hendrar, yang terpenting berbagai upaya terus dilakukan dan warga Semarang disiplin dalam standar operasional prosedur  (SOP) protokol kesehatan dan jaga jarak maka kita akan terhindar dari korona yang berkepanjangan. (OL-1)

BERITA TERKAIT