01 May 2020, 09:45 WIB

Penyuluh Kawal Petani Budidaya Kelapa Genjah di Gorontalo


Voycke Lontaan | Nusantara

PENYULUH pertanian di Kabupaten Gorontalo, khususnya di Kecamatan Telaga Biru, proaktif mendampingi petani dan rumah tangga untuk menanam kelapa genjah di pekarangan rumah dan sepanjang jalan protokol yang menjadi program pemerintah daerah.

"Tujuan utamanya adalah melestarikan dan mengembangkan potensi kelapa genjah di Kabupaten Gorontalo. Selain itu juga untuk mendukung estetika lingkungan," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Rahmad AW Pomalingo di Limboto, belum lama ini.

Menurutnya, kelapa menjadi komoditas perkebunan utama di Kabupaten Gorontalo dengan luas lahan lebih 2 juta hektare merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan dikembangkan dengan sistem pertanian terpadu melalui optimalisasi program integrated farming system (Optimis) berbasis kesadaran masyarakat.

Baca juga: Petani Lombok Barat Dimbau tidak Jual Hasil Panen Keluar Pulau

"Pemerintah kabupaten akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal, keanekaragaman usaha, serta pencapaian tingkat produksi yang stabil dan memadai dalam jangka panjang," kata Rahmad AW Pomalingo.

Dia mengharapkan tanaman kelapa tetap mendapatkan perhatian dari para petani karena komoditas perkebunan dengan sejuta manfaat itu dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani setempat.

Penyuluh pusat di Kementerian Pertanian RI Inang Sariyati, selaku pendamping kegiatan penyuluhan pertanian Provinsi Gorontalo, mengatakan kebijakan Pemkab Gorontalo sejalan dengan program Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo agar petani mengembangkan potensi pertanian spesifik lokasi seperti kelapa di Kabupaten Gorontalo.

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Telaga Biru Dewi S Mohammad menambahkan pihaknya melakukan pendampingan melalui kunjungan door to door ke rumah petani untuk memastikan bibit kelapa genjah yang telah disalurkan kepada petani dapat segera ditanam di pekarangan rumah.

Menurut Dewi, untuk penanaman di sepanjang jalan protokol dialokasikan di tujuh desa yakni Pentadio Barat, Pentadio Timur, Timuato, Ulapato A, Tinelo, Tuladenggi, dan Pantungo.

"Dari hasil kunjungan diketahui bahwa masyarakat tani penerima bibit merasa terbantu dengan bibit tersebut."

Dia menambahkan, untuk mengantisipasi pandemi Covid-19, dirinya maupun penyuluh di Kabupaten Gorontalo berupaya mematuhi protokol kesehatan seperti diinstruksikan Mentan Syahrul Yasin Limpo dan disosialisasikan Kepala BPPSDMP Prof Dedi Nursyamsi.

"Petani dan penyuluh dan pemangku kepentingan selama berada di lapangan wajib mengenakan masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan sering cuci tangan pakai sabun untuk menangkal korona," kata Dedi Nursyamsi. (OL-1)

BERITA TERKAIT