01 May 2020, 07:47 WIB

Kemacetan Jakarta Berkurang Selama Pandemi Covid-19


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ADANYA wabah covid-19 membuat Pemprov DKI harus melakukan sejumlah kebijakan di antaranya menginstruksikan metode kerja dari rumah atau work from home (WFH) serta Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penularan virus korona.

Instruksi untuk WFH dikeluarkan semenjak 16 Maret. Sementara PSBB baru dilaksanakan sejak 10 April yang rencananya selesai pada 22 Mei mendatang.

Setelah diberlakukannya WFH dan PSBB, jalan-jalan di Jakarta lebih lengang. Kemacetan yang berkurang itu dapat dilihat dari data kecepatan rata-rata kendaraan yang melintas di sejumlah jalan protokol di Jakarta yang mengalami peningkatan.

Baca juga: Warga Berkelahi Akibat Bansos, Cermin Buruknya Penyaluran di DKI

Dari data di situs corona.jakarta.go.id kecepatan rata-rata kendaraan di Jakarta sebelum adanya wabah hanya 17,51 km/jam. Catatan itu terjadi pada 23 Februari. Sementara pada 18 Maret kecepatan rata-rata kendaraan mulai meningkat menjadi 17,77 km/jam.

Kecepatan rata-rata kendaraan makin meningkat setelah diberlakukannya PSBB sejak 10 April menjadi 18,5km/jam.

Peningkatan kecepatan kendaraan terjadi paling tinggi di Jl HR Rasuna Said. Sebelum kebijakan WFH dan PSBB, rata-rata kecepatan kendaraan di jalan itu hanya 25,54 km/jam. Setelah kebijakan WFH dan PSBH diterapkan, angkanya naik menjadi 29,29 km/jam.

Peningkatan kecepatan kendaraan juga terjadi di Jl Letjen S Parman. Sebelum kebijakan WFH dan PSBB, rata-rata kecepatan kendaraan di jalan itu 17,54 km/jam. Setelah kebijakan WFH dan PSBH diterapkan, angkanya naik menjadi 19,69 km/jam. (OL-1)

BERITA TERKAIT