01 May 2020, 08:30 WIB

Johnson Optimistis Inggris Sudah Lewati Puncak Pandemi


Basuki Eka Purnama, Nur Aivanni | Internasional

INGGRIS telah melewati puncak pandemi covid-19. Hal itu dikatakan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, Kamis (30/4), meski tercatat 674 kematian dalam tempo 24 jam.

Kematian akibat virus korona di Inggris berjumlah 26.711, terbanyak ketiga di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan Italia, setelah 'Negeri Ratu Elizabeth' itu mengubah perhitungan mereka dengan memasukkan kematian di panti jompo mulai Rabu (29/4).

Kasus covid-19 di Inggris pada Kamis (30/4) naik 6.032 menjadi 171.253.

Baca juga: Jumlah Korban Tewas Akibat Covid-19 di Prancis Turun

Namun, Johnson yang tampil pertama kali di briefing harian pemerintah setelah sempat dirawat karena covid-19 mengatakan ada alasan untuk optimistis di tengah pandemi covid-19.

"Untuk kali pertama, kita melewati puncak penyakit ini. Kita telah berada di kurva menurun," ujar Johnson.

"Kita telah melewati puncak. Kini kita bisa melihat sinar matahari dan lahan hijau di depan kita. Jadi, sangat vital untuk tidak kehilangan kontrol sehingga kita harus berhadapan dengan gunung kedua yang lebih besar," lanjutnya.

Kepala Penasehat Ilmiah Inggris Patrick Vallance mengatakan tingkat transmisi covid-19 di negara itu kini sudah berada di bawah satu dengan semakin sedikit pasien yang dirawat di rumah sakit dan di ruang perawatan intensif.

"R (tingkat transmisi) kini berada di bawah 1,0. Kami perkirakan ada di antara 0,6 dan 0,9. Mungkin di beberapa tempat lebih tinggi dan ada yang lebih rendah. Namun, secara keseluruhan, angkanya berada di bawah 1,0," tegasnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT