01 May 2020, 07:30 WIB

Jumlah PDP yang Meninggal di Bogor Melonjak


Dede Susianti | Megapolitan

KASUS kematian terkait virus korona (covid-19) di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor (Bogor Raya) terus bertambah. Bahkan angkanya naik berkali lipat.

Berdasarkan data monitoring harian yang dirilis Satuan Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, dalam dua hari berturut-turut atau 29 April dan 30 April, jumlah PDP (pasien dalam pengawasan) yang meninggal melonjak.

Per 29 April hingga pukul 20.00 WIB, dari jumlah total PDP 455 orang, sebanyak 5 orang dikonfirmasi meninggal.

Kelimanya adalah bayi perempuan berusia 2 bulan asal Kecamatan Cibungbulang dan bayi laki-laki yang baru lahir 7 hari, asal Kecamatan Leuwisadeng.

Baca juga: Polri Bekuk Sopir Travel Gelap yang Angkut Pemudik

Kemudian laki-laki usia 27 tahun asal Kecamatan Leuwiliang, laki-laki usia 52 tahun, juga asal Leuwiliang, dan laki-laki usia 55 tahun asal Kecamatan Jonggol.

Seperti yang diungkapkan juru bicara Satuan Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sopiah, setiap harinya juga ada penambahan kasus baru atau yang terkonfirmasi positif.

"Yang positif bertambah satu orang asal Parung. Jadi per tanggal 29, jumlah total yang terkonfirmasi positif 114. Kasus kematian yang positif sebanyak 11 orang. Sementara yang status orang dalam pemantuan atau ODP, totalnya sebanyak 317 orang," jelasnya.

Sementara itu, per 30 April hingga pukul 20.00 WIB, jumlah PDP sebanyak 469 orang, sebanyak empat orang terkonfirmasi meninggal.

Keempatnya adalah laki-laki berusia 20 tahun asal Kecamatan Cibungbulang, laki-laki usia 69 tahun asal Pamijahan, laki-laki usia 39 tahun asal Nanggung, dan laki-laki usia 57 tahun asal Bojonggede.

"Jumlah PDP yang meninggal bertambah jadi 31 orang dari hari sebelumnya 27 orang," kata Syarifah.

Untuk yang terkonfirmasi positif pun, lanjutnya, bertambah empat orang sehingga totalnya menjadi 118 kasus.

Mereka adalah seorang remaja perempuan berusia 19 tahun asal Kecamatan Caringin, perempuan usia 34 tahun asal Kecamatan Babakan Madang, perempuan usia 25 tahun asal Kecamatan Cibinong, dan perempuan berusia 56 tahun asal Cibinong.

Dengan bertambahnya kasus baru atau terkonfirmasi positif, jumlah ODP pun bertambah menjadi 323 dari sebelumnya sebanyak 317 orang.

Jadi kalau ditotal, kasus kematian dari yang PDP ditambah yang positif di Kabupaten Bogor menjadi sebanyak 38 orang.

Angka kasus kematian di Kota Bogor pun terus bertambah setiap harinya. Bahkan dalam kurun waktu yang sama, 29 dan 30 April, jumlahnya sama.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Siaga Korona Kota Bogor, per 29 April, dari total PDP 184 orang, ada lima orang yang meninggal.

"Yang lima orang meninggal statusnya PDP dan saat ini masih menunggu hasil swab dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit aau BBTKLPP Jakarta dan Labkesda Bandung,"jelas juru bicara Gugus Tugas Siaga Korona Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

Kemudian pada 30 April, dari total 191 orang, ada empat orang meninggal.

Menurut Sri, yang juga menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, empat orang yang meninggal itu statusnya PDP. Dan saat ini, untuk hasil swabnya masih menunggu dari BBTKLPP Jakarta, Labkesda Bandung dan Laboratorium Collaboration Research IPB University.

Jadi secara keseluruhan yang meninggal terkait covid-19 di Kota Bogor, dari 36 yang status PDP ditambah 13 yang statusnya positif, jumlahnya menjadi 49 oramg.

Untuk diketahui, saat ini, Kota dan Kabupaten Bogor ada dalam masa perpanjangan atau tahap dua penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). (OL-1)

BERITA TERKAIT