30 April 2020, 23:00 WIB

Tahun Ajaran Baru Sebaiknya Jangan Digeser


Akhmad Safuan | Humaniora

GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak setuju jika tahun ajaran baru digeser hingga Januari mendatang. Meskipun belum dapat dipastikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhsi, Ganjar menilai namun sistem pengajaran bisa tetap berjalan dengan menggunakan daring.

"Tahun ajaran berlangsung normal saja. Toh sekarang bisa melalui daring dalam pembelajaran antara guru dan murid," kata Ganjar, Kamis (30/4).

Sebelumnya Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dalam diskusi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan menggeser tahun ajaran (TA) baru dari Juli ke Januari. Alternatif tersebut nantinya bisa dilaksanakan bila tahun ajaran baru 2020/2021 tetap dimulai pada Juli 2020 yang pembelajarannya dilakukan secara jarak jauh melalui daring maupun luring tidak efektif.

Menurut Ganjar di tengah wabah Covid-19 proses pendidikan tetap bisa berjalan. Hanya sistem dan metode berubah dari bertatap muka atau pertemuan antarsiswa maupun guru tidak secara langsung tetapi melalui sarana teknologi komunikasi daring.

"Belajar itu bisa adaptif. Artinya cara dan metode belajar mengikuti situasi dan kondisi yang ada, bahkan dalam telekonfres dengan perwakilan siswa dan guru se-Jawa Tengah untuk melihat kondisi proses belajar di rumah," ujarnya.

Dengan proses belajar online, para guru maupun pihak sekolah diminta melakukan inovasi dan kreasi agar tidak terjadi kebosanan. "Supaya tidak membosankan dan membebani serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, guru bisa lakukan videocall atau telekonfence, tugas sekolah juga jangan berat-berat," ucapnya. (R-1)

BERITA TERKAIT