30 April 2020, 21:06 WIB

Bansos DKI Tahap Kedua Molor, PDIP : Rakyat Kecewa


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

KETUA Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyoroti soal penyaluran bantuan sosial (bansos) tahap kedua yang molor. Menurutnya, pemprov tidak matang dalam proses perencanaan dalam mengatur program bantuan tersebut.

"Kalau perencanaan baik kan enggak mungkin ada keterlambatan. Warga bisa kecewa karena telat," ujar Gembong saat dihubungi, Jakarta, Kamis (30/4).

Gembong mengatakan ada sejumlah faktor yang menyebabkan penyaluran bansos kali ini ditunda sementara. Salah satunya faktor keterbatasan stok barang untuk sembako yang disediakan Pasar Jaya.

"Nah, ini buat pembelajaran pemprov supaya ke depan lebih baik perencanaannya. Distribusikan kapan barang ready kapan (diatur secara benar). Perjalanan (memakan) berapa waktu juga harus dihitung," jelas Gembong.

Baca juga : Antisipasi Lonjakan Tunawisma, DKI Koordinasi dengan Kemensos

Ia juga menyoroti soal isi paket sembako yang diberikan Pemprov DKI. Pada pemberian kali ini, Gembong mendorong agar ada penambahan isi paket bantuan tersebut untuk warga yang terdampak Covid-19.

Seperti diketahui, jumlah harga paket sembako sosial yang diberikan Pemprov DKI senilai Rp149.500 per paket. Isi paket sembako yang diberikan berupa beras 5 kilogram 1 karung, 2 kaleng sarden kecil, minyak goreng 0,9 lt 1 pouch, biskuit 2 bungkus, 2 masker kain, dan 2 sabun mandi batang. Tanpa uang tunai.

"Kalau bisa dikasih dua kali lipat (harga paket sembako) kan bisa jauh lebih banyak (isi sembako) itu,"pungkas Gembong.

Sejak 25 April, Pemprov DKI belum melaporkan perkembangan penyaluran bansos tahap kedua. Pasar Jaya menyebut hal itu disebabkan masih ada pengkajian penambahan data penerima bansos tahap kedua. (OL-7)

BERITA TERKAIT