01 May 2020, 11:00 WIB

Salazar, Ular Paling Berbisa ini Ternyata Hidup di Asia


Galih Agus Saputra | Weekend

TIM peneliti reptil asal di India, baru-baru ini menemukan spesies baru ular viper. Si kecil berwarna hijau yang termasuk genus Trimeresurus itu dikatakan sangat berbisa dan dapat ditemukan di sebagian besar wilayah Asia, baik selatan, timur,  maupun Tenggara.

Zeeshan A. Mirza dan rekan penelitiannya mempublikasikan temuan ini pertama kali dalam makalah berjudul 'A New Species of Green Pit Vipers of the Genus Trimeresurus Lacépède'. Makalah yang terbit di jurnal 'Zoosystematics and Evolution' yang diterbitkan pada Rabu (15/4) itu, juga menjelaskan bahwa, ular jenis ini memiliki garis merah-oranye di bagian pipi atau kepala.

Zeeshan dkk. lantas menandai viper jenis baru ini dengan nama Salazar atau lebih tepatnya Trimeresurus Salazar (Viper Salazar). Nama tersebut dipilih karena terinspirasi dari tokoh fiksi yang kerap disebut dalam film Harry Potter yaitu Salazar Slytherin.

Sebagaimana diketahui, penulis serial fantasi Harry Potter, J.K. Rowling mengatakan bahwa Salazar Slytherin ialah salah satu pendiri Hogwarts atau sekolah penyihir dalam serial tersebut. Nama besar Slytherin bertengger dengan tiga penyihir besar lainnya yaitu Godric Gryffindor, Rowena Ravenclaw, dan Helga Hufflepuff.

"Salazar Slytherin dikenal karena kelebihannya yang mampu berbicara dengan bahasa ular (parseltongue). Nama belakang ini adalah aplikasi untuk Co-Founder of Hogwarts School, Salazar Slytherin," tutur Zeeshan, seperti dilansir Ladbible.

Zeeshan selanjutnya menjelaskan bahwa kini setidaknya ada 48 spesies dari genus ini dan 15 di antaranya ada di India. Salazar sendiri ditemukan di India dalam sebuah pencarian malam hari, atau sejak pukul 18.00 hingga 22.00 waktu setempat. Dua orang pertama melihatnya melingkar di semak-semak, kemudian salah satu orang lainnya melihatnya melarikan diri di semak-semak yang lebih tebal.

Bagi orang yang kemungkinan akan menjumpainya di lingkungan sekitar, Zeeshan mengatakan bahwa Salazar memiliki ciri fisik yang lebih spesifik seperti punggung berwarna hijau dengan semburat kuning, perut berwarna putih krem ​​dengan semburat hijau, dan kepala bagian atas berwarna hijau gelap, namun juga memudar menjadi hijau terang atau hijau kekuningan pada bagian hidung.

"Ekor bagian belakangnya berwarna merah berkarat dan oranye di bagian perut," imbuh peneliti dari National Centre for Biological Sciences, Bangalore, India tersebut. (M-4)

BERITA TERKAIT