30 April 2020, 19:05 WIB

Soal Kritik Fuad Bawazier, Sri Mulyani: Dia Bingung Baca APBN


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati merespons kritikan Menteri Keuangan era Orde Baru Fuad Bawazier soal paket kebijakan stimulus ketiga sebesar Rp405,1 triliun.

Ani, sapaan karib Sri Mulyani, menilai kritikan itu menandakan Fuad Bawazier kebingungan memahami Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Ada salah satu bekas menteri menyampaikan, 'oh belanja negara hanya tambah Rp74 triliun, tapi pemerintah bilang Rp405 triliun'. Itu karena dia kebingungan membaca APBN," ketus Ani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Kamis (30/4).

Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan VII periode 16 Maret 1998-21 Mei 1998 Fuad Bawazier. (Antara)

Baca juga: Kuartal I 2020, Danamon Bukukan Laba Bersih Rp1,25 Triliun

Ani menjelaskan, untuk menghitung besaran stimulus yang diberikan pemerintah, hitungannya tidak semata dilihat dari sisi belanja. Penerimaan yang berkurang karena pemberian insentif juga merupakan salah satu komponen yang semestinya juga dipahami sebagai stimulus.

"Stimulus itu bisa berasal penerimaan yaitu dengan melakukan revenue for gone atau tidak meng-collect pajak, stimulus bisa bersaal dari belanja melalui tambahan belanja dan stimulus bisa berasal dari pembiayaan yaitu dengan melakuakn pencetakan surat berharga yang kemudian bisa ditempatkan di sektor usaha," paparnya.

Baca juga: Uang Juga Dikarantina Selama 14 Hari agar Aman dari Korona

Pada sisi belanja, memang hanya naik di kisaran Rp73,4 triliun dari target awal dalam APBN 2020 sebesar Rp2.540,4 triliun. Namun di waktu yang sama pemerintah juga melakukan refocussing dan realokasi anggaran serta penghematan belanja.

Dari tiga kegiatan itu didapat angka sebesar Rp95,7 triliun yang berasal dari seluruh kementerian lembaga. Angka itu muncul dari belanja barang yang turun Rp52 triliun, pemotongan belanja perjalanan dinas Rp33,6 triliun, barang lain Rp18,2 triliun dan belanja modal Rp42,6 triliun.

"Untuk pemotngan belanja modal kami sampaikan, dilakukan dengan tetap hati-hati, kami minta PUPR dan Kemenhub agar proyek tidak mangkrak, tapi mereka hanya melakukan slowing down atau perlambatan eksusinya atau multi years untuk diluncurkan tahun selanjutnya sehingga proyek tidak terhenti dan menjadi mangkrak," pungkas dia.

Baca juga: BI Siapkan Uang Tunai Rp 158 Triliun Selama Ramadan

Sebelumnya Fuad Bawazier melontarkan kritik bertajuk 'Stimulus atau Stimules?'. Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan VII periode 16 Maret 1998-21 Mei 1998 itu menyatakan pemerintah sejatinya hanya mengucurkan stimulus paket ketiga sebesar Rp73,4 triliun, bukan Rp405,1 triliun.

Hitungan versi Fuad ialah dari naiknya anggaran belanja pemerintah pusat sebesar Rp167,6 triliun dikurangi dengan Anggaran Transfer Ke Daerah dan Dana Desa yang turun Rp94,2 triliun. Dari hitungan itu didapat angka sebesar Rp73,4 triliun dan dianggap sebagai besaran stimulus yang dianggarkan pemerintah. (X-15)

 

BERITA TERKAIT