30 April 2020, 18:50 WIB

Warga Doyan Ngopi Cantik di Warkop, Pemkot Surabaya Pening


Ant | Nusantara

SEJUMLAH warung kopi atau kafe masih menjadi tempat nongkrong favorit warga di Kota Surabaya, Jawa Timur, meski telah diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak 28 April.

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Eddy Christijanto, di Surabaya, mengaku sudah mengimbau warga agar tidak nongkrong selama PSBB.

"Di warung-warung kopi itu masih ada tempat cangkruk. Nah itu kita tertibkan, diimbau dari teman-teman kecamatan dan Satpol PP untuk tidak ada lagi (nongkrong) di warung-warung itu," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan aparat keamanan seperti kepolisian dan TNI terus melakukan penyisiran ke beberapa wilayah untuk memberikan imbauan kepada warga.

Sekretaris Daerah Kota Surabaya Hendro Gunawan sebelumnya mengatakan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 16 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam penanganan korona di Kota Surabaya, disebutkan setiap restoran, rumah makan, kafe, warung atau usaha sejenisnya dilarang melayani makan dan minuman di tempat dan menyediakan layanan jaringan area lokal nirkabel atau wifi saat PSBB.

"Selain membatasi layanan hanya untuk dibawa pulang secara langsung, juga tidak menyediakan meja dan kursi atau tempat duduk," katanya.

Penyedia makanan dan minuman diminta melaksanakan protokol kesehatan dengan menjaga jarak fisik paling sedikit satu meter antarpelanggan dan menerapkan prinsip higiene sanitasi pangan dalam proses penanganan pangan sesuai ketentuan.

Pengelola usaha makanan dan minuman juga diminta menyediakan alat bantu seperti sarung tangan atau penjepit makanan untuk meminimalkan kontak langsung dengan makanan siap saji dalam proses persiapan pengolahan dan penyajian. (OL-8).

BERITA TERKAIT