30 April 2020, 18:40 WIB

Bertambah Lagi, 126 Perusahaan Ditutup Selama PSBB Jakarta


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

SELAMA penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Dinaskertrans) DKI Jakarta melakukan inspeksi mendadak terhadap 776 perusahaan, dengan total 96.834 karyawan.

Hasilnya, sekitar 126 perusahaan ditutup lantaran melanggar aturan PSBB. Kemudian, 10.347 pegawai juga terkena dampak, sehingga tidak bisa bekerja untuk sementara.

Baca juga: Langgar PSBB, Tidak Ada Denda Untuk Perusahaan

Pelanggaran paling banyak terjadi di Jakarta Selatan, yakni 35 perusahaan ditutup dengan 1.018 karyawan. Diikuti penutupan 21 perusahaan di Jakarta Pusat, dengan total 761 karyawan.

Selanjutnya, di Jakarta Barat terdapat 32 perusahaan yang ditutup dengan 947 karyawan terdampak. Sekitar 23 perusahaan dengan 6.378 karyawan di Jakarta Utara terpaksa ditutup. Di wilayah Jakarta Timur, ada 15 perusahaan yang ditutup dengan 1.243 karyawan terdampak.

"Kegiatan usaha dihentikan sementara," ujar Kepala Disnakertrans DKI, Andri Yansyah, dalam keterangan resmi, Kamis (30/4).

Baca juga: Satpol PP Siap Sidak Perusahaan yang Bandel Selama PSBB

Jumlah tersebut bertambah dari data sebelumnya, yakni 116 perusahan ditutup per Rabu (29/4) kemarin. Ratusan perusahaan yang ditutup Pemprov DKI, bukan sektor yang diizinkan beroperasi selama PSBB. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020.

Terdapat 11 sektor usaha yang diizinan beroperasi selama PSBB, yakni kesehatan, bahan pangan, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis dan pelayanan dasar. Kemudian, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, serta kebutuhan harian.(OL-11)


 

BERITA TERKAIT