30 April 2020, 18:14 WIB

BI Siapkan Uang Tunai Rp 158 Triliun Selama Ramadan


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

BANK Indonesia (BI) menyiapkan uang tunai sebesar Rp 158 triliun untuk menunjang kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri. Jumlah ini turun sebesar 17,7% dibandingkan periode tahun lalu.

Besaran Rp 157,96 triliun mencakup Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar Rp 142,30 triliun, Uang Pecahan Kecil (UPK) Kertas Rp 15,58 triliun dan Uang Pecahan Kecil (UPK) Logam sebesar Rp 0,08 triliun.

Baca juga: Tekan Penyebaran Covid-19, BI Gencarkan Penggunaan Nontunai

Kepala Departemen Penuangelolaan Uang BI, Marlison Hakim, mengatakan penurunan kebutuhan uang kartal pada Ramadan tahun ini dipengaruhi pandemi covid-19. Sebab, perilaku masyarakat banyak mengalami perubahan.

"Adanya imbauan pemerintah untuk tidak mudik dan faktor lain sangat berpengaruh betul pada kebutuhan uang," jelas Marlison dalam telekonferensi, Kamis (30/4).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan ada tiga penyebab utama dari penurunan kebutuhan uang kartal. Pertama, hari libur Idul Fitri 1441 H yang diatur ulang pemerintah. Sehingga, jumlah libur hari raya menjadi 5 hari, dari semula 12 hari.

Baca juga: Bappenas: 2021, Titik Pemulihan Ekonomi dan Sosial Pascapandemi

Kedua, beberapa pihak khususnya direksi BUMN, eksekutif, legislatif, yudikatif serta pejabat di lingkungan kementerian atau lembaga (K/L) untuk golongan tertentu, tidak mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). Sedangkan faktor ketiga, kebijakan larangan mudik yang juga menyebabkan penurunan kebutuhan uang tunai.

Namun, BI memperkirakan kebutuhan uang tunai (outflow) tertinggi pada Ramadan dan Idul Fitri terjadi di Jabodetabek, dengan prediksi mencapai Rp 38,0 triliun.

Dalam keterangannya Kamis (30/4), BI berupaya mencegah penyebaran covid-19 dengan mengimbau masyarakat untuk menggunakan transaksi pembayaran secara nontunai. Dalam hal ini, melalui digital banking, uang elektronik dan QR Code pembayaran dengan standar QRIS.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT