30 April 2020, 17:41 WIB

OJK Sebut Kondisi Perbankan di Tengah Pandemi Masih Baik


M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan, kondisi perbankan saat ini dalam kondisi yang baik dan dapat memberikan dorongan pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari perbankan misalnya, Wimboh menyatakan dengan likuiditas yang ada saat ini maka bisa mendukung pertumbuhan ekonomi hingga 10,7%.

"Dari likuiditas yang ada, bisa mendukung pertumbuhan sampai 10,7% dengan likuiditas yang ada sekarang dengan asumsi demand di sektor riil bisa cepat recover. Sehinga stimulus modal kerja itu sangat penting untuk bisa mengungkit balik dan segera beroperasi kembali. Jadi likuiditas tidak ada masalah," ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Kamis (30/4).

Pun demikian pada sisi permodalan, Wimboh memastikan kondisi permodalan cukup kuat di level 23% meski beberapa waktu terakhir mengalami penurunan karena kecenderungan Non Performing Loan (NPL) meningkat.

Baca juga : Presiden :Perencanaan Pembangunan 2021 Harus Adaptif

Tapi persoalan NPL itu setidaknya dapat diminimalisasi dengan adanya restrukturisasi sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh otoritas.

"Dari perbankan tidak ada masalah. Kami perkirakan, untuk 2020 ini, pertumbuhannya masih cukup rendah, mungkin sekitar paling tinggi 2%, itu kalau moderat bisa 1% bahkan kalau worse tidak tumbuh kreditnya," jelas Wimboh.

"Stimulus lain yang diberikan adalah kalau memang debiturnya perlu modal kerja, diberikan dengan dijamin pemerintah. Dan untuk UMKM stimulus langsung yang berdampak pada masing-masing nasabah, subsidi bunga dan berbagai insentif pajak. Ini akan kita coba dan jaga dan akan kita monitor," pungkas Wimboh. (OL-7)

BERITA TERKAIT