30 April 2020, 17:29 WIB

Selama PSBB, Kualitas Udara Jakarta Membaik


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

DINAS Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengungkapkan selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kualitas udara membaik.

Pengurangan drastis aktivitas seperti kebijakan bekerja di rumah atau work from home (WFH), sekolah yang diliburkan, pembatasan jam operasional menjadi salah satu penyebab menurunnya polusi di Ibu Kota.

"Adanya kebijakan tersebut, membuat berkurangnya emisi yang dikeluarkan, sehingga kualitas udara semakin membaik," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih dalam laporannya, Jakarta, Kamis (30/4).

Dari data DLH DKI, disebutkan konsentrasi maksimum PM2,5 saat diterapkannya PSBB sangat menurun dibandingkan sebelum diterapkannya kebijakan tersebut sekitar 0.02% sampai 35.07% di 5 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU).

Baca juga : 871 Tenaga Medis Menginap di Hotel yang Disediakan DKI

Adapun data penurunan polutan mulai dari tanggal 13 sampai 19 April 2020, di SKPU Bundaran HI menurun sebesar 0,02% ; Kelapa Gading 30,89% ; Jagakarsa 5,74% ; Lubang Buaya 35,7 % ; Kebun Jeruk 25,75 %.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat hasil analisis pekan terakhir April 2020 menunjukkan kondisi kalender polutan kembali lebih didominasi kondisi udara dengan kategori sedang seiring dengan kondisi curah hujan yang berkurang.

“Kecuali sumber polusinya berkurang maka ketiadaan hujan tidak akan begitu berpengaruh,” kata Kasubdit Informasi Pencemaran Udara BMKG Suradi di Jakarta, Rabu (29/4). (OL-7)

BERITA TERKAIT