30 April 2020, 16:41 WIB

Trump Tuduh Tiongkok Ingin Dirinya Kalah dalam Pilpres 2020


Deri Dahuri | Internasional

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (29/4) bahwa ia meyakini penanganan virus korona di Tiongkok adalah bukti bahwa Beijing akan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk membuat dirinya kalah dalam pemilihan presiden (pilpres) AS yang digelar pada 3 November 2020 mendatang.

"Tiongkok akan melakukan apa saja untuk membuat saya kalah dalam lomba ini," kata Trump dalam wawancara eksklusif dengan kantor berita Reuters di Gedung Putih.

Trump mengatakan dirinya sedang melihat opsi yang berbeda dalam hal konsekuensi untuk Tiongkok terkait pandemi virus korona baru atau dikenal sebagai Covid-19. "Aku bisa melakukan banyak hal," ucap Trump.

Di sisi lain, Presiden AS dari Partai Republik telah dituduh tidak melakukan upaya serius sejak awal dalam mempersiapkan AS untuk melawan pandemi Covid-19. Namun Trump juga melontarkan serangan kritik terhadap Tiongkok yang dituduh tidak transparan dan bersikap lambat menginformasikan wabah virus korona.

Baca jugaTrump akan Kembali Keliling AS pada Pekan Depan

Ditanya apakah akan mempertimbangkan penggunaan tarif atau bahkan penghapusan utang untuk Tiongkok, Trump tidak akan menawarkan spesifik. "Ada banyak hal yang bisa saya lakukan," katanya. "Kami sedang mencari apa yang terjadi."

Sebelum pandemi Covid-19 merebak dan meluas ke seluruh dunia,  AS dan Tiongkok telah terlibat dalam perang dagang dan AS memetik miliaran dolar dalam bentuk tarif.

Trump terus sudutkan Tiongkok

Dalam beberapa pekan terakhir, Trump terus menyudutkan dan menimpakan kesalahan terkait pandemi Covid-19 global terhadap Tiongkok.

Data yang dihimpun Universitas Johns Hopkins melaporkan saat ini  pandemi Covid-19 telah menewaskan hampir 61 ribu orang di ‘Negeri Paman Sam’.  AS juga menghadapi goncangan ekonomi mengarah ke resesi akibat dampak Covid-19.

Terkait dua hal tersebut,Trump mengatakan bahwa Tiongkok ingin membuat kampanyenya gagal untuk memenangi jabatan periode kedua. Sebelumnya atau Selasa (28/4), Trump menegaskan dirinya ingin melakukan ‘penyelidikan serius’ terhadap penanganan pandemi virus korona yang dilakukan Tiongkok.

"Kami sedang melakukan penyelidikan yang sangat serius ... Kami tidak senang dengan Tiongkok," kata Trump. "Ada banyak cara untuk membuat mereka bertanggung jawab."

Trump kerap menyebut Covid-19 sebagai ‘virus China’. Pernyataan Trump membuat pejabat Tiongkok naik pitam dan Beijing menuduh bahwa virus korona dibawa tentara AS masuk ke Kota Wuhan, Provinsi Hubei,  Tiongkok.

Sementara itu, dalam wawancara dengan Reuters, Trump menolak jajak pendapat terbaru yang mengisyaratkan bahwa saingannya dari Partai Demokrat Joe Biden memimpin jelang Pilpres AS yaang akan digelar pada November 2020 mendatang.

Trump mengatakan dia tidak berharap saat kampanye terjadi referendum terkait penanganannya dalam mengatasi pandemi virus korona. Trump menyatakan keterkejutan bahwa mantan Wakil Presiden Joe Biden telah memenangi simpati masyarakat AS. (AFP/Aljazeera/OL-09)

BERITA TERKAIT