30 April 2020, 16:39 WIB

Presiden :Perencanaan Pembangunan 2021 Harus Adaptif


Dhika Kusuma Winata | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo meminta agar perencanaan pembangunan pada 2021 harus bisa adaptif dalam memulihkan dampak pandemi covid-19. Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2021 yang digelar secara virtual melalui telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (30/4).

"Perencanaan pembangunan tahun 2021 harus betul-betul adaptif dengan perkembangan situasi yang kita hadapi saat ini. Apa yang kita kerjakan tahun ini akan memberi fondasi bagi tahun yang akan datang," ucap Presiden.

Untuk tahun ini, pemerintah melakukan berbagai penyesuaian target pembangunan sehubungan dengan terjadinya wabah covid-19.

Tak hanya itu, pemerintah juga melakukan realokasi dan refocusing belanja secara besar-besaran. Bidang prioritas pun bergeser pada tiga hal, yaitu bidang kesehatan, jaring pengaman sosial bagi warga miskin, serta stimulus ekonomi agar pelaku usaha bisa bertahan dan mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca juga : Wabah Belum Reda, Menkeu Belum Bisa Prediksi Pertumbuhan Ekonomi

"Kita butuh kecepatan untuk keselamatan seluruh rakyat Indonesia. Memang belum ada kepastian kapan ini akan berakhir. Setiap ahli memiliki hitungan-hitungan yang berbeda mengenai pandemi covid-19. Beberapa negara maju yang awalnya menyatakan sudah recovery, sudah pulih, justru mengalami gelombang yang kedua," jelasnya.

Untuk itu, Jokowi meminta agar semua pihak bersiap diri dengan berbagai skenario, mulai dari skenario ringan, sedang, hingga skenario paling berat. Meski demikian, Presiden meyakini, dengan kedisiplinan, kecepatan, dan ketepatan langkah, Indonesia bisa melalui situasi yang berat ini.

"Dengan berbagai skenario itu, kita siapkan langkah-langkah mitigasi, baik mitigasi dampak kesehatan maupun mitigasi dampak ekonomi. Dan sekaligus juga menyiapkan langkah-langkah recovery, langkah-langkah pemulihan jika penyebaran covid-19 ini sudah bisa kita kendalikan," tandasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT