30 April 2020, 16:12 WIB

Belum Ada Izin Edar, Distribusi Herbavid-19 Diminta Setop


Kautsar Bobi | Humaniora

PANGLIMA Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono meminta DPR menghentikan sementara distribusi obat herbal (herbavid-19). Jamu tersebut belum memiliki izin edar dari instansi terkait.

"Sementara ini (herbavid-19) tidak boleh dibagikan," ujar Yudo, Kamis (30/4).

Baca juga: ASN Nekat Mudik, Sanksinya tak Naik Gaji Sampai Turun Jabatan

Berdasarkan informsi yang ia dapat jamu tersebut berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit masuk angin. "Jamu (untuk) diaere, pusing dan demam. Nanti akan disampaikan oleh tim medis," jelasnya.

Sementara itu, juru bicara pemerintah untuk penangan covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan seluruh jenis obat hingga jamu harus memiliki izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum diedarkan. Agar dapat memberikan perlindungan kepada pasien.

"Semua harus ada izin, ini untuk perlindungan pada pasien," tuturnya.

Yuri enggan berkomentar lebih jauh ihwal aksi kemanusian DPR melalui herbavid-19. Pasalnya ia belum mengetahui kandungan didalam jamu tersebut. "Saya gak bisa komentar karena belum tahu pasti ini mengandung apa, Indikasinya apa," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pemberian jamu untuk menyembuhkan penyakit korona (covid-19) karena nazar pribadi. Dia berniat memberikan jamu itu ke tiga ribu orang pasien korona.

"Saya yang kalau sembuh (saat sakit karena terpapar virus korona) saya mau siapkan untuk tiga ribu pasien, jadi cuma tiga ribu pasien saja," kata Dasco, Rabu (29/4).

Dasco ingin memberi pemahaman kepada masyarakat, dirinya bisa sembuh dari korona dengan mengonsumsi jamu tersebut. Seluruh jamu diberikan secara gratis. (Medcom.id/OL-6)
 

BERITA TERKAIT