30 April 2020, 14:20 WIB

Percepat Tangani Covid-19, Buleleng Adakan Rapid Test Massal


Arnoldus Dhae | Nusantara

GUNA memerangi wabah covid-19, sejumlah daerah di Indonesia telah menyelenggarakan rapid test secara massal. Kali ini giliran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, Bali yang melakukannya.

Pemkab Buleleng memberikan instruksi kepada tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, untuk melaksanakan rapid test massal terhadap warga yang melakukan perjalanan ke luar negeri. Hingga Selasa (29/4), tercatat sudah 2.675 orang menjalani test.

Baca juga: Kasus Meningkat, Bali Tambah 7 Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Test tersebut ditujukan ke sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI). Tercatat ada 1.186 orang yang sudah 30 hari pulang dari luar negeri atau masih menjalani masa karantina 14 hari, sisanya berlatar belakang PMI sebanyak 1.489 orang.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana berharap pelaksanaan test massal ini merupakan langkah yang tepat untuk memberantas penyebaran Covid-19. “Kami akan melakukan yang terbaik untuk masyarakat Buleleng,” ujarnya pada Kamis (30/04).

Senada, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, rapid test massal ini sudah sesuai kesepakatan.

“Rapid test dilakukan tim medis masing-masing puskemas,” ucapnya. Suyasa menambahkan bahwa timnya juga mendatangi lokasi karantina bagi PMI di Kota Singaraja maupun desa-desa.

“Dari pelaksanaan test cepat itu, gugus tugas mendapatkan data yang menunjukkan sampel darah milik peserta rapid test dikategorikan positif,” tuturnya.

Suyasa menjelaskan, dari hasil test terdapat 20 sampel darah yang positif terinfeksi covid-19 dan mereka sudah dilakukan karantina di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan. “Sesuai protokol kesehatan, tim medis akan melakukan tes swab PCR. Kalau 2 kali hasil tes swab negatif, yang bersangkutan akan diizinkan pulang,” jelasnya.

Menurut Suyasa, sejak melaksanakan rapid test masal, kesadaran warga khususnya PMI untuk melakukan rapid test semakin meningkat. Sehingga membutuhkan alat rapid test dengan jumlah yang banyak.

“Belakangan ini memang ada mengeluh sulit mendapat rapid test, kami persilahkan mencari ke puskemas, karena persediaannya sudah ditambah dan kalau tidak dapat, di Diskes juga sudah disiapkan stok rapid test yang memadai,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Bali I Wayan Koster memohon agar para pekerja migran Indonesia (PMI) lebih tertib dalam masa karantina agar tidak mengulangi kasus yang terjadi di Banjar Selokadan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali. Dalam kasus di Desa Abuan tersebut, 1 PMI menulari 10 orang warga.

Jumlah itu kemungkinan akan bertambah karena saat ini sedang di-rapid test semua warga. Kasus ini membuat Koster mengeluarkan surat imbauan agar PMI taat.

"Bahwa sampai tanggal 28 April 2020 secara kumulatif jumlah pasien positif  covid-19 telah mencapai 215 orang, bertambah sebanyak 22 orang dari hari sebelumnya. Penambahan ini berasal dari Kabupaten Bangli yang positif sebanyak 11 orang, Kabupaten Karangasem sebanyak 5 orang, Kabupaten Klungkung sebanyak 2 orang, Kabupaten Badung sebanyak 2 orang, dan Kabupaten Buleleng sebanyak 2 orang. Penambahan terbanyak berasal dari Kabupaten Bangli," ujarnya. (OL/Ant/A-1)

 

BERITA TERKAIT