01 May 2020, 09:00 WIB

Berat Badan Berlebih Pengaruhi Kualitas Tidur


Abdillah Marzuqi | Weekend

SALAH satu fungsi utama tidur adalah upaya konservasi energi. Lalu apakah begadang bisa membuat badan gemuk? Banyak riset yang menunjukkan kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas dengan menderegulasi nafsu makan, yang pada gilirannya menyebabkan konsumsi kalori yang lebih banyak.

Namun, baru-baru ini peneliti menemukan bahwa bukan kurang tidur yang menyebabkan obesitas, tetapi kelebihan berat badanlah yang memperburuk kualitas tidur. Kaitan antara obesitas dan kurang tidur itu diketahui usai mereka mempelajari tidur pada cacing.

Para peneliti dari Sekolah Kedokteran Perelman Universitas Pennsylvania dan Universitas Nevada, Reno menemukan fakta itu dalam cacing mikroskopis Caenorhabditis elegans (C. elegans).

"Kami berpikir, tidur adalah fungsi tubuh yang hemat energi dengan mengatur penurunan tingkat energi. Temuan kami menunjukkan bahwa jika seseorang berpuasa selama sehari, kami memperkirakan orang itu akan mengantuk karena cadangan energi akan dihabiskan," ujar ahli neorologi dari the Chronobiology and Sleep Institute, David Raizen, seperti dikutip Sciencedaily.

Raizen menekankan temuan pada cacing tidak diterjemahkan langsung ke manusia, namun riset itu menawarkan model yang cocok untuk mempelajari tidur mamalia. Semua hewan yang memiliki sistem sara,  perlu tidur. Manusia memiliki sirkuit saraf yang kompleks dan rumit, sedangkan C. elegans hanya memiliki 302 neuron, yang salah satunya berperan sebagai pengatur tidur.

Gangguan tidur akut pada manusia dapat menyebabkan peningkatan nafsu makan dan resistensi insulin. Orang yang tidur kurang dari enam jam per malam lebih berisiko mengalami obesitas dan diabetes. Selain itu, rasa lapar pada manusia bisa mempengaruhi tidur. Sama halnya dengan tikus, lalat buah, dan cacing. Hal itu menunjukkan tidur juga berkaitan dengan ketersediaan nutrisi.

Untuk mempelajari hubungan antara metabolisme dan tidur, para peneliti memodifikasi gen C. elegans untuk menonaktifkan neuron yang mengontrol tidur. Cacing itu masih bisa makan, bernapas, dan bereproduksi, tetapi mereka kehilangan kemampuan untuk tidur. Ketika neuron itu dinonaktifkan, para peneliti melihat penurunan tingkat adenosine triphosphate (ATP). Padahal senyawa itu menyediakan energi bagi tubuh.

"Itu menunjukkan bahwa tidur adalah upaya untuk menghemat energi. Itu sebenarnya tidak menyebabkan hilangnya energi," jelas Raizen.

Menurut Raizen, ada alasan yang bisa menjelaskan mengapa orang obesitas punya masalah tidur.

"Mungkin ada masalah sinyal antara simpanan lemak dan sel otak pengontrol tidur," katanya. (M-4)

BERITA TERKAIT