30 April 2020, 14:10 WIB

KemenPAN-RB: ASN Harus Patuhi Larangan Mudik


Indriyani Astuti | Humaniora

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) mengatur kebijakan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) harus mematuhi pembatasan kegiatan bepergian keluar daerah atau mudik guna mencegah penularan wabah covid-19. Kepatuhan itu harus dilakukan karena sesuai ketentuan Undang-Undang ASN Pasal 10 bahwa fungsi ASN adalah sebagai pelaksana kebijakan publik.

"Dalam kebijakan ini ASN itu dalam posisi harus patuh. Mau tidak mau harus melaksanakan kebijakan ini," kata Asisten Deputi Integritas dan Evaluasi Sistem Merit KemenPAN-RB Bambang D. Sumarsono dalam keterangannya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Darurat (BNPB), Jakarta, Kamis (30/4).

Dalam hal ini, ASN juga merupakan pelayan publik dan perekat persatuan bangsa. Oleh karena itu, ASN harus melaksanakan ketentuan demi kepentingan nasional yang lebih besar, yakni untuk membatasi penularan wabah covid-19 lebih luas lagi.

Baca juga: Sopir Travel Gelap Ditangkap Hendak Selundupkan Pemudik

Jumlah ASN di seluruh Indonesia hampir mencapai 4,3 juta orang. "Jumlah yang tidak sedikit,” kata Bambang.

Melalui kebijakan larangan bepergian atau mudik, para ASN dan keluarga mereka diharapkan tidak melakukan pergerakan, diam di rumah, bekerja dan beribadah dari rumah, sehingga tidak memungkinkan terjadinya penularan virus SARS-CoV-2, penyebab wabah covid-19.

"Jadi, dalam surat edaran MenPAN-RB Nomor 46 Tahun 2020 ini isinya adalah bahwa ASN dibatasi kegiatan bepergian keluar daerah atau termasuk mudik. Jadi, mudik ini sama sekali tidak diizinkan,” pungkas Bambang. (OL-14)

BERITA TERKAIT