30 April 2020, 14:15 WIB

INDEF : Perusahaan yang Lakukan PHK Jangan Diberi Insentif Pajak


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya tidak berhak medapatkan stimulus insentif pajak.

Direktur Program INDEF, Esther Sri Astuti, mengatakan stimulus relaksasi pajak penghasilan (PPh) yang diberikan oleh pemerintah akan lebih bermanfaat bagi masyarakat apabila perusahaan tidak melakukan PHK terhadap karyawannya.

"Menurut saya, apabila perusahaan yang melakukan PHK terhadap karyawannya tidak berhak untuk dapat tax incentive," kata Eshter saat dihubungi, Kamis (30/4).

Dikarenakan apabila perusahaan telah/masih melakukan PHK maka stimulus pajak tersebut dinilai tidak bermanfaat bagi perusahaan.

"Memang tujuan tax incentive itu agar perusahaan bisa lebih sustain dan tidak bangkrut. Sehingga tenaga kerja bisa terselamatkan, tapi kalo dia melakukan PHK karyawannya maka itu semua percuma," ujar Esther.

Sebelumnya, sebanyak 1.083 bidang usaha mendapatkan stimulus berupa relaksasi pajak penghasilan (PPh) Pasal 21, 22, dan 25.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pemberian dengan jangkauan luas tersebut dilakukan pemerintah agar penerima dari korban covid-19 memberi dampak yang semakin masif. (E-1)

BERITA TERKAIT