30 April 2020, 13:53 WIB

Presiden Pastikan 2021 Jadi Tahun Pemulihan Ekonomi Pascakorona


Nur Azizah | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo menjadikan 2021 sebagai tahun pemulihan ekonomi pascapendemi virus korona atau covid-19.

Karena itu, ia meminta seluruh kepada daerah untuk mendata sektor yang terkena dampak. Mulai dari yang berdampak paling parah, sedang, dan ringan.

Ia juga meminta kepala daerah memilah sektor apa saja yang bisa bertahan dan mengambil peluang yang ada.

"Saya lihat sektor yang paling terpukul ada sektor UMKM, pariwisata, konstruksi, transportasi," kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/4).

Baca juga: Evaluasi Sektor Kesehatan, Presiden: Sekarang Terlihat Semua

Kendati banyak sektor yang terpukul, namun tak sedikit pula yang masih bisa bertahan. Seperti sektor tekstil, logistik, kimia, farmasi, alat kesehatan, makanan dan minuman, serta jasa telekomunikasi.

"Saya minta disiapkan strategi besar recovery-nya, peta jalan dan tahapannya. Lalu tahapan mitigasi sekarang seperti apa, apa sektor yang bisa dibantu, berapa lapangan pekerjaan yang dapat diselamatkan, setelah tahapan mitigasi covid selesai. Siapkan sektor apa yang bisa pulih cepat, bisa langsung rebound mana yang pulihnya agak lambat apa rencana intervensi yang bisa dilakukan," jelasnya.

Baca juga: ​​​​​​​Musrenbangnas Berjalan di Tengah Pandemi

Dia mengaku masih fokus dalam tahap mitigasi penanganan covid-19. Pemerintah menyiapkan program stimulus ekonomi agar masyarakat dapat bertahan dan mencegah adanya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Seperti pemberian insentif perpajakan, restrukturisasi kredit serta relaksasi impor bahan baku. "Saya minta gubernur merancang program sama untuk menambah, memperkuat dan memperluan program stimulus yang disiapkan pemerintah pusat," ucapnya. (X-15)

BERITA TERKAIT