30 April 2020, 13:49 WIB

​​​​​​​Musrenbangnas Berjalan di Tengah Pandemi


Andhika Prasetyo | Ekonomi

MUSYAWARAH Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) dilaksanakan secara berbeda tahun ini.

Agenda tahunan yang biasanya dihelat di dalam sebuah aula besar dan dihadiri langsung oleh ratusan peserta, kini hanya berlangsung secara virtual.

Para peserta Musrenbangnas 2020 hanya perlu menyalakan gawai mereka dan mengikuti kegiatan tersebut dari rumah.

"Musrenbangnas 2020 sangat berbeda pelaksanaannya dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Musrenbangnas secara daring juga merupakan satu cara baru dalam merespon kebijakan pemerintah yang responsif dan adaptif dengan situasi yang berkembang," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa saat memberikan sambutan, Kamis (30/4).

Kendati dilaksanakan secara virtual, Suharso mengatakan tidak ada esensi yang berkurang dari Musrenbangnas tahun ini.

Di tengah pandemi covid-19, Musrenbangnas harus tetap dilaksanakan. Pasalnya, agenda tersebut diharapkan mengeluarkan hasil-hasil kerangka kebijakam yang akan menjadi acuan bagi pemerintah dalam menyusun strategi menghadapi 2021.

"Kita memahami bahwa kita menghadapi tantangan yang sangat berat bahkan terberat setelah krisis finansial Asia 1998-1999. Hampir semua negara di seluruh dunia saat ini mencurahkan energi dan sumber daya untuk mengatasi pandemi Covid-19. utk itu pelaksanaan Musrembangnas sangat penting untuk menyusun strategi di 2021," tuturnya.

Baca juga: Pandemi Belum Berlalu, Jokowi Ingatkan Bantu Pedagang Kecil

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo meminta perencanaan pembangunan 2021 harus betul-betul adaptif dengan perkembangan situasi yang dihadapi Indonesia saat ini.

Apa yang dikerjakan dan dihasilkan saat ini akan menjadi fondasi bagi tahun yang akan datang.

"Tahun ini kita sudah melakukan penyesuaian-penyesuaian pembangunan. Kita lakukan realokasi dan refocusing belanja secara besar-besaran. Kita geser prioritas pada tiga hal yakni bidang kesehatan, jaring pengaman sosial bagi warga miskin serta stimulus ekonomi agar pelaku usaha bisa berjalan dan cegah terjadinya PHK," ucap Jokowi.

Indonesia, lanjutnya, butuh kecepatan dan ketepatan dalam upaya menyelamatkan seluruh masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi.

Dengan begitu, ia meyakini Indonesia akan mampu melewatinsituasi yang sangat berat ini.

"Saya optimistis 2021 akan menjadi tahun pemulihan dan tahun rebound. Untuk itu, selain kecepatan dalam mengatasi covid-19, kita juga perlu kecepatan untuk pulih. Negara yang akan menjadi pemenang bukan hanya negara yang berhasil cepat mengatasi covid-19, melainkan negara yang juga cepat melakukan pemulihan," paparnya. (A-2)

BERITA TERKAIT