30 April 2020, 13:47 WIB

Evaluasi Sektor Kesehatan, Presiden: Sekarang Terlihat Semua


Nur Azizah | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menjadikan pandemi virus korona atau covid-19 sebagai momentum evaluasi sektor kesehatan Indonesia. Ia ingin jajarannya menghitung kembali potensi di dalam negeri yang belum maksimal.

"Dalam situasi saat ini kita bisa melihat dan menghitung lagi potensi di dalam negeri yang belum terkelola dengan maksimal, yang belum kita bangun dan manfaatkan secara baik. Sebagai contoh, apa yang terjadi di sektor kesehatan, industri farmasi," kata Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (30/4).

Baca juga: Mudik Karena ada Kepentingan Mendesak? Boleh, Ini Syaratnya

Ia menyebut 95% obat di Indonesia masih impor. Hal yang sama juga terjadi pada alat-alat kesehatan. "Alat-alat kesehatan, ada tidak? Apa yang bisa kita produksi sendiri dan apa saja yang kita beli dari negara lain? Sekarang terlihat semuanya" tegasnya.

Baca juga: 739 Pasien Positif Covid-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Dia juga mengkritisi rasio tenaga medis seperti dokter, perawat, dan petugas laboratorium. Ia mempertanyakan apa tenaga medis saat ini cukup untuk mengatasi pandemi covid-19.

"Lalu bagaimana dengan tenaga medis, rasio dokter, rasio dokter spesialis, perawat, apa cukup menghadapi situasi seperti saat ini? Negara kita juga mempunyai berbagai persoalan di sektor kesehatan. Kita punya beberapa penyakit berbahaya menular yang perlu penanganan khusus seperti TBC," imbuhnya.

Selain itu, Jokowi juga mengevaluasi ketersediaan rumah sakit di Tanah Air. Ia menyebut, Indonesia menjadi negara dengan penderita Tuberkulosis (TBC) banyak.

"Fasilitasnya, tempat tidurnya, cukup atau tidak? Coba lihat misalnya TBC. Indonesia merupakan negara nomor 3 yang masih memiliki penyakit menular ini. Tiga besar dunia yg memiliki penderita TBC adalah India, Tiongkok, dan Indonesia," ujar dia. (X-15)

BERITA TERKAIT