30 April 2020, 13:25 WIB

2.220 Orang Jalani Rapid Test, 84 Terindikasi Positif Covid-19


Depi Gunawan | Nusantara

Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bandung Barat menargetkan bisa melaksanakan rapid test covid-19 untuk 4.040 orang warganya yang tersebar di sejumlah desa selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pemeriksaan pertama telah dilaksanakan tanggal 27-28 April terhadap 2.220 orang di 20 desa. Hasilnya ada 84 orang
terindikasi positif covid-19.

"Hasil sementara, sudah 2.220 orang melakukan rapid test. Dari jumlah itu, sebanyak 84 orang terindikasi positif covid-19. Lalu 2.129 orang negatif dan 7 invalid atau masih samar," kata Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Bandung
Barat, Agus Ganjar, Kamis (30/4).

Dia menerangkan tidak semua orang akan disertakan mengikuti pemeriksaan. "Sebab pemeriksaan hanya dilakukan terhadap orang yang berada di wilayah domisili pasien positif covid-19 atau Orang Dalam Pemantaun (ODP).

"Orang yang dites hanya yang berada di wilayah domisili pasien positif atau Orang Dalam Pengawasan (ODP)," ujarnya.

Baca juga: Gubernur Jateng Kecewa Warga Semarang Tidak Disiplin

Pada prinsipnya, imbuh Agus, rapid test hanya tes awal, bukan berarti orang yang hasil tesnya positif lantas bisa langsung dinyatakan positif covid-19.

"Karena nantinya ada beberapa tes berikutnya dari dinas kesehatan. Namun, untuk sementara, orang yang dinyatakan positif akan berada dalam pemantauan tim medis dan diwajibkan mengisolasi diri secara mandiri," bebernya.

Menurut Agus, salah satu indikator keberhasilan PSBB adalah melaksanakan tes masif secara massal kepada sasaran yang menjadi prioritas.

"Tes masif massal ini prioritasnya masuk dalam kategori A, yaitu ODP, PDP, dan orang-orang terdekat sekitar pasien positif itu sendiri," jelasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT