30 April 2020, 12:43 WIB

SMK 66 Jadi Tempat Isolasi, Pemkot Jakut : Respon Warga Positif


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

SMK Negeri 66 Jakarta, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, dipilih menjadi tempat isolasi sementara untuk warga yang terindikasi covid-19. Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto menyebut tidak ada masalah dalam penunjukan tempat tersebut.

"Kalau berdasarkan pengecekan saya kemarin di lapangan bertemu dengan Ketua RT, Ketua RW, dan tokoh masyarakat setempat, alhamdulilah mereka merespons positif. Saya juga bersyukur," jelas Uus kepada Media Indonesia, Kamis (30/4).

Sekolah tersebut dipilih untuk menampung warga Cipayung yang terindikasi Covid-19.

Baca juga: SMK 66 Disiapkan Jadi Tempat Isolasi bagi Warga Cipayung

Kata Uus, banyak dari mereka yang tidak memiliki tempat atau ruang yang memadai untuk mengisolasi diri.

SMKN 66 yang ditunjuk itu, sebutnya, juga atas rekomendasi Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Kasian warga sekitar kalau ada yang terdampak Covid-19. Banyak warga yang rumahnya kecil-kecil, sementara anggota keluarganya banyak. Kalau mereka terdampak mau diisolasi di mana?" terang Uus.

Di satu sisi ia setuju apabila ada tempat selain sekolah yang bisa dijadikan tempat isolasi sementara. Namun, sejauh ini, rekomendasi dari Pemprov DKI ialah tempat belajar nengajar yang dipilih.

Selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sekolah-sekolah di Jakarta diliburkan. Hal ini untuk menekan penularan Covid-19.

"Makanya kalau ada tempat isolasi yang mumpuni (selain sekolah) sangat baik sekali untuk kebaikan warga secara keseluruhan," tutur Uus.

Diketahui, 136 sekolah di Jakarta direkomendasikan Dinas Pendidikan untuk menjadi ruang isolasi bagi warga yang terindikasi virus korona atau covid-19 dan memfasilitas bagi tenaga medis yang menangani pasien virus menular itu. (OL-1)

BERITA TERKAIT